Kabaret, Seni Pertunjukan

Bagi sebagian orang “kabaret” mungkin masih terdengar asing. Namun bagi para pecinta seni pertunjukan, kabaret adalah salah satu tontonan wajib mereka. Kabaret adalah sebuah pertunjukan atau pementasan seni yang berasal dari barat, dimana di dalamnya terdapat unsur hiburan berupa musik, komedi, dan seringkali sandiwara atau tari-tarian. Istilah kabaret sendiri berasal dari bahasa Prancis yang artinya bar atau café, tempat lahirnya seni pertunjukan ini, bahasa Belanda Tengah cabret,  bahasa Perancis Utara Kuno camberette, dan bahasa Latin Akhir camera. Pada intinya kata ini berarti "ruangan kecil”. Kabaret pada awalnya memang dipentaskan di sebuah kafe atau restoran, para penonton duduk mengelilingi meja-meja,  sehingga mereka dapat menyaksikan pertunjukan sambil menikmati makanan. Materi dalam pertunjukan kabaret bisa beraneka ragam, dari hiburan ringan hingga satire politik.

Pada abad ke 20, pertunjukan kabaret mengalami perkembangan. Tempat pertunjukannya tidak lagi terbatas di kafe atau restoran saja, namun sudah mulai dipentaskan di berbagai panggung teater. Pada saat ini kabaret lebih identik dengan “permainan audio” dari sang sutradara. Dimana dialog dan penataan musik telah tersaji dan terekam sehingga aktor dan aktris hanya menyesuaikan dengan dialog dan alur cerita yang tersaji (lipsync). Sutradara dapat semakin berkreasi dengan penambahan hal-hal tak terduga yang tidak dapat dilakukan dengan dialog langsung. Seni kabaret yang sedikit berbeda juga pernah populer di beberapa kota besar di Indonesia tetapi kemudian tenggelam. Di Bandung pernah berkembang seni kabaret yang memadukan dialog, lagu, potongan iklan, potongan dialog pertunjukan seni dan ilustrasi musik (back sound). Hasilnya sebuah audio yang kemudian dijadikan naskah untuk dipentaskan melalui pertunjukan drama.