Yospan, Seni Tari

Tari Yospan adalah tarian tradisional kontemporer asal Papua yang cukup populer di luar daerah asalnya. Kepopulerannya membawa tarian ini menjadi salah satu  persembahan dalam pembukaan pesta olahraga akbar Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta. Tari kontemporer ini merupakan penggabungan dua buah tarian yaitu Yosim dan Pancar. Tari Yosim adalah tarian tua yang berasal dari Sarmi, sebuah kabupaten di pesisir utara Papua, dekat sungai Memberamo, tetapi pendapat lain menyatakan bahwa Tari Yosim berasal dari wilayah Teluk Saireri (Serui, Waropen). Sedangkan Tari Pancar adalah tarian yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari sekitar awal 1960-an, saat tentara Belanda masih menduduki Irian Barat. Gerakan Tari Pancar awalnya meniru gerakan-gerakan akrobatik pesawat jet tempur Neptune buatan Amerika Serikat yang dipakai Angkatan Udara Belanda, yakni gerakan jatuh jungkir balik dari langit, mirip daun  kering yang jatuh tertiup angin. Penamaan tariannya mengacu pada pancaran gas dari pesawat jet tersebut, sehingga semula namanya Pancar Gas kemudian diubah menjadi Pancar. Tarian ini diperkaya dengan gerakan-gerakan lain yang diambil dari alam.

Tari Yospan merupakan tari pergaulan atau persahabatan masyarakat di tanah Papua. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara-acara adat, penyambutan tamu, dan juga festival kebudayaan baik tingkat daerah maupun nasional bahkan internasional. Tari Yospan tidak memiliki batasan dalam jumlah penari, bukan hanya pemusik dan penari dalam grup tari yang membawakannya, tetapi siapapun boleh ikut menari dan bergerak mengikuti gerak penari lainnya. Para penari membentuk posisi lingkaran dan berjalan berkeliling sambil menari, sehingga peminat tarian yang ingin bergabung bisa langsung masuk ke dalam lingkaran. Tari Yospan juga seringkali dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan, dan terkadang ditarikan hanya oleh perempuan saja sedangkan laki-laki bermain musik. Para penari Yospan mengenakan pakaian tradisional Papua yang terbuat dari daun atau akar. Saat ini tentu saja dipadu dengan busana lain terutama untuk penari perempuan. Tubuh dan wajah penari laki-laki biasanya diberi lukisan dengan corak etnik Papua, sedangkan perempuan wajahnya saja. Asesoris yang dikenakan antara lain hiasan kepala dari bulu burung, kalung, dan gelang kaki. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini berupa ukulele, tifa, gitar, dan bass akustik. Terkadang para penari melakukan gerakan sambil menyanyikan lagu-lagu daerah Papua, salah satunya yang terkenal “Yamko rambe yamko”.

Ada lima gerakan inti Tari Yospan dengan gerak “yosim” sebagai peralihan antar gerakan. Ragam gerak tersebut adalah:

  1. Gerak “Seka”.  Penari berjalan melenggang maju dengan menghentakkan setiap langkah kakinya dua kali di atas tanah. Ada dua variasi gerakan seka yaitu “seka biasa” dan “seka lima” dengan posisi berputar di tempat. Gerak seka berasal dari tari pergaulan etnis yang mendiami wilayah selatan Papua di Timika, Kaimana hingga Fak Fak.
  2. Gerak “Pacul Tiga” atau “Pancar Maneru” (nama tempat di pedalaman pulau Biak). Penari melenggang maju tiga langkah lalu berhenti pada langkah ketiga, membuang kaki kanan dan kiri ke depan serta belakang secara bergantian. Gerakan melempar kaki dilakukan dengan badan agak membungkuk sedangkan kepala menghadap ke depan. Setelah itu badan ditegakkan kembali sambil mengangkat kaki sebatas lutut, bergantian antara kiri dan kanan. Lalu badan diarahkan ke sisi kanan atau kiri dan kembali melakukan gerakan yang sama. Gerakan ini sering dilakukan pada pesta rakyat
  3. Gerak “Gale-Gale”. Penari berjalan melenggang empat langkah ke depan, pada hitungan ke empat kaki diseret di atas tanah. Ada dua variasi gerak gale-gale yaitu gale-gale biasa dan gale-gale maju mundur. Gerak ini mendapat pengaruh dari tari pergaulan teluk Wondama dan kepulauan Mor-Mambor yang dikenal dengan Tari Balengan.
  4. Gerak “Jef”. Gerakan ini dipengaruhi oleh Tari Rock and Roll yang muncul sekitar tahun 1969-1971. Pada hitungan pertama penari menghentakkan kaki kanan dua kali, posisi tubuh agak serong kemudian meloncat-loncat membuang kaki kiri dan kanan secara bergantian dengan hitungan empat langkah, lalu kembali lagi ke gerak pertama. Terdapat empat variasi jef yaitu jef biasa, jef ular/zig zag, jef robot/langkah, dan jef sengsor.
  5. Gerak “Pancar”. Penari melenggang maju tiga langkah kemudian meloncat ke depan dengan mendaratkan ke dua kaki  di atas tanah. Ada empat variasi gerak pancar yaitu pancar biasa ( pancar 1x), pancar suntung (pancar 2x), pancar sombong (3x), dan pancar cakalang. Gerak ini terinspirasi dari hewan dan kondisi perilaku di lingkungan sekitar.

Dalam perkembangannya Tari Yospan mengalami banyak perubahan terutama  pada penambahan  variasi gerak yang tidak sesuai dengan pembakuan dari Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP). Busana yang dikenakan penari juga semakin bervariatif.