Wayang Si Ronda

 

            Disebut wayang ronda karena bentuk pentasnya itu berkeliling atau berputar sehingga tidak ada entry, semua pemain bisa masuk dari mana saja. Wayang si ronda main diatas tanah, sebagaimana ubrug, blantek, wayang sumedar, dan topeng. Pada masa lalu Wayang Si Ronda hanya menggunakan selembar layar polos menjadi pemisah antara ruang pemain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias, berganti pakaian dan menunggu giliran main. Pakem yang digunakan mengikuti wayang betawi.

            Ketika jenis teater ini masih ada, banyak seniman wayang ini dikenal sebagai tokoh seniman lenong. Sebutlah Samad Modo, Amsar, Imah, Kami, dan banyak lagi. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran, seperti di Kelapa Dua, Parung, dan Kresek, Tangerang.