WAYANG DERMULUK

 

            Wayang Dermuluk dikenal masyarakat Betawi pada awal abad ke-20. Jenis wayang ini mendapat pengaruh dari teater Dermuluk yang berasal dari Riau, karena itulah Dermuluk dialeknya berbahasa Melayu. Kesenian ini memiliki unsur nyanyian, tarian dan lakon yang mirip dengan komedi bangsawan. Ia membawakan cerita yang disadur dari khazanah sahibul hikayat, seperti Ahmad Muhammad, Indra Bangsawan, dan lain-lain. Musik pengiringnya disebut orkes harmonium atau orkes samrah karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Selain diiringi harmonium, wayang ini juga diiringi oleh gitar sampyan (gitar berdawai delapan), biola, gendang, marakas, dan tambur.