Ular Sanca Pitola, Hewan

Nama spesifik , amethistina , adalah sebuah referensi terhadap warna-warni kemilau pada sisiknya , yang memberikan warna seperti amethyst. Patola Python juga memiliki tempramen yang susah ditebak, terkadang dia bisa jinak total, terkadang bisa jumpy, bahkan tidak sedikit juga patola yang sering menggigit keepernya, maka ular ini tidak disaran kan bagi pemula yang ingin baru ingin memelihara ular :) Morelia amethistina adalah spesies ular non-berbisa , yang dikenal sebagai amethystine, scrub python or Sanca permata, ditemukan di Indonesia, Papua New Guinea dan Australia. Populer di kalangan penggemar reptil, dan tercatat untuk warna dan ukuran, adalah ular asli terbesar di Australia, Papua Nugini & Papua Barat, Indonesia. Saat ini ada 4 subspesies dari ras yang dicalonkan, Morelia amethystina amethystina, yang umumnya diakui. Pulau-pulau Mollucan, termasuk Halmahera, Ternate dan Tidore adalah populasi bagi Morelia a. tracyei. Kepulauan Tanimbar adalah populasi bagi ras yang lebih kecil, Morelia a. Nauta. Di pulau Seram, Morelia a. clastolepis dapat ditemukan, dan daratan PNG (termasuk setengah Indonesia bagian barat, pernah disebut Irian Jaya-sekarang Papua Barat).

Daging ular patola menjadi buruan warga Tomohon di H-1 Natal. Masyarakat di daerah Provinsi Sukawesi utara mayoritas menjadiakn Ular Sanca Patola sebagai menu makanan sehari hari terutama di hari natal. Karna Kebutuhan akan dagin ular Patola banyak, Banyak di antara Pedagang mendatangkan daging ular Patola dari Sulawesi Barat dan ada pula dari Sulawesi Tengah. Daerah Mamuju Sulawesi Barat merupakan basis spesies ular Patola, para Pedagang yang mendapatkan persediaan Patola, mereka juga memasok ke peagang-pedagang yang lain. Untuk satu kilogram daging patola dibanderol Rp 50 ribu