Trombon, Seni Musik

Trombon adalah alat musik tiup yang bunyinya berasal dari getaran bibir pada mouthpiece (corong). Nama trombon sendiri berasal dari bahasa Italia yaitu “tromba” yang artinya terompet dan “one” yang berarti besar. Karena memang alat ini memiliki bentuk yang mirip dengan terompet terutama pada bagian “bell” nya. Meskipun bentuknya mirip trompet, namun trombon tidak memiliki katup sebagai pengatur nada. Sebagai gantinya pada trombon terdapat slide yang membuatnya terlihat lebih panjang dari terompet. Perbedaan ini membuat trombon dapat menghasilkan bunyi yang lebih rendah dari terompet.

Slide pada trombon terbagi menjadi dua bagian, yaitu dua tabung bagian dalam pararel dan statis dengan ujung yang dibuat agak tebal, serta dua tabung luar yang dapat digerakan ke depan dan ke belakang. Saat dimainkan trombon diletakkan pada bahu kiri pemain lalu slide digerakkan menggunakan tangan kanan. Dalam perkembangannya trombon memiliki beberapa jenis seperti trombon alto, tenor dan bass. Namun jenis trombon yang sering dimainkan dalam orkestra adalah trombon tenor. Trombon berfungsi untuk memecah melodi dan memainkan nada-nada yang hampir sama dengan jalannya melodi bass pada keyboard, dan juga gitar bass yang disertai dengan improvisasi dari si pemain.

Awal kemunculan trombon diperkirakan pada abad ke-15 dan dikenal sebagai alat musik keagamaan. Alat musik yang dikenal dengan nama “suckbutt” ini berbentuk tabung yang melengkung dan sekilas terlihat seperti penjepit kertas. Saat itu suara yang dihasilkan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan trombon yang sekarang, karena ukuran loncengnya hanya berdiameter 5 inchi atau kurang dari itu. Pada awal abad ke-17, trombon mulai digunakan dalam musik orkestra. Namun diawal abad ke-18, trombon sempat tidak digunakan untuk musik-musik keduniawian. Pada saat itu trombon lebih sering digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan di gereja. Trombon sudah dianggap sebagai “instrumen Tuhan”, karena memiliki rentang suara yang mirip dengan suara manusia, dan dapat menghasilkan harmoni yang menakjubkan.

Terlepas dari identiknya alat musik trombon dengan musik keagamaan, di tahun 1808 Beethoven menjadi orang pertama yang menggunakan trombone diluar musik keagamaan. Trombone kemudian menjadi populer dan menjadi bagian penting dalam orkestra.  Ukurun loncengnya pun dibuat lebih besar untuk memperluas rentang nada, agar dapat menghasilkan nada rendah sesuai kebutuhan para komposer. Selain itu kekhasan suara trombon menjadikannya cocok dimainkan dalam musik Jazz. Mulai tahun 1870-an sampai dengan sekarang trombon telah memainkan peran penting dalam musik jazz.

Tidak seperti alat musik tiup dalam keluarga brass lainnya, trombon memiliki keberagaman nada sejak awal perkembangannya. Banyak instrumen orkestra lainnya yang membutuhkan eksperimen dan inovasi selama berabad-abad untuk menghasilkan bentuk instrumen yang sepenuhnya memiliki keberagaman nada. Alat musik trombone di Jakarta identik dengan kesenian musik tradisional Tanjidor, yang pada masa penjajahan Belanda awalnya dimainkan oleh orkes-orkes budak.