Tongseng, Kuliner

Salah satu kuliner khas nusantara dengan banyak penggemar di Jakarta adalah tongseng, yang merupakan perpaduan satai dan gulai dalam satu masakan. Daging yang digunakan dipotong dadu seperti satai, sedangkan kuahnya berasal dari gulai yang dimasak kembali.

Kehadiran tongseng di Indonesia diperkirakan berawal dari kehadiran orang-orang Timur Tengah dan Gujarat ke tanah Jawa, yang selain berdagang juga menyebarkan agama Islam sambil  memperkenalkan keragaman kuliner mereka. Salah satu kegemaran mereka adalah mengkonsumsi daging kambing dan domba, yang kemudian ditularkan kepada masyarakat lokal di sekitar mereka. Berabad-abad kemudian di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Yogyakarta bermunculan pemukiman-pemukiman keturunan Timur Tengah dan India yang menjadi daerah penghasil kambing berkualitas. Masyarakat pun mulai mengolah berbagai hidangan kambing dan domba. Kebab yang biasa dikonsumsi orang-orang Timur Tengah dan Asia Selatan kemudian diadaptasi menggunakan bumbu dan olahan masakan nusantara. Kebab adalah hidangan daging panggang atau bakar yang ditusuk memakai tusukan atau batang besi, biasanya daging domba, kambing, sapi, dan ayam. Inspirasi kebab menghasilkan racikan sate kambing yang biasanya menggunakan bagian daging dan hati. Jerohan dan bagian kambing lainnya diolah menggunakan santan serta bumbu rempah untuk menghilangkan bau. Kreasi ini menghasilkan varian gulai kambing. Sate kambing dan gulai kambing biasanya disajikan bersamaan.

Kehadiran pabrik gula pasir dan gula merah serta kecap di selatan Jawa memunculkan kreativitas untuk membuat hidangan lain berbahan daging kambing. Potongan-potongan daging ditumis bersama kecap dan aneka bumbu iris yang kemudian dicampur kuah gulai lalu dimasak hingga matang. Untuk menambah kesegaran diberi irisan tomat dan kubis/kol. Varian menu daging kambing ini kemudian dinamakan tongseng, dari kata oseng-oseng atau tumis. Cikal bakal hidangan tongseng diduga berasal dari kecamatan Klego, kabupaten Boyolali. Mata pencaharian penduduk di kecamatan tersebut awalnya adalah bertani, tetapi karena penghasilan tak mencukupi akhirnya mereka beralih profesi menjual sate dan tongseng. Sejalan dengan waktu dan perpindahan penduduk Klego ke wilayah-wilayah lain pada akhirnya tongseng pun ikut menyebar ke berbagai tempat di pulau Jawa.

Bahan:

  1. 250 gr daging kambing, potong dadu
  2. 100 gr nanas parut
  3. 5 sendok makan minyak untuk menumis
  4. 5 siung bawang putih, iris halus
  5. 7 buah bawang merah, iris halus
  6. 3 buah cabai merah besar, iris
  7. 3 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya, sobek-sobek
  8. ½ sendok teh merica bubuk
  9. ½ sendok teh kaldu daging bubuk
  10. Garam secukupnya
  11. 1 sendok makan bumbu kare bubuk
  12. 200 ml air
  13. 100 ml santan kental dari ½ butir kelapa
  14. 50 ml kecap manis
  15. 100 gr kol, buang batang daunnya, iris halus
  16. 5 buah tomat hijau, potong-potong

Cara membuat:

  1. Lumuri daging dengan nanas parut hingga rata, diamkan sebentar.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan berwarna kuning kecokelatan. Masukkan daging kambing, aduk hingga berubah warna.
  3. Tambahkan irisan cabai dan daun jeruk. Bubuhi merica, kaldu bubuk, dan garam, aduk rata.
  4. Masukkan bumbu kari, aduk. Tuang air dan santan, masak hingga mendidih.
  5. Beri kecap. Masukkan kol dan tomat, aduk dan masak kembali hingga matang.
  6. Angkat. Hidangkan selagi masih panas.