Tjahjo Kumolo, S.h, Tokoh

Presiden Jokowi menunjuk Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Penunjukan Tjahjo diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Tjahjo sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja.

Pria kelahiran Solo, 1 Desember 1957 ini anak dari pasangan Bambang Soebandiono dan Toeti Slemoon. Bapaknya adalah veteran perjuangan kemerdekaan. Hidup Tjahjo Kumolo banyak di Semarang, Jawa Tengah. Dari SD hingga kuliah di Kota Semarang.

Semasa kuliah, Tjahjo telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Ketika ia berusia 25 tahun, ia sudah ditunjuk untuk menduduki jabatan Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah dari tahun 1983 hingga 1985. Lalu ia pun kembali terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Dati I Jawa Tengah periode 1985-1988 dan Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah untuk periode 1987-1990.

Setelah lulus kuliah pada usia 28 tahun, ia mulai aktif di partai. Tjahjo ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Golkar pada pemilu 1987. Ia terpilih pada usia relatif muda. Sejak itu dia aktif di berbagai organisasi, seperti Pemuda Panca Marga (PPM) dan di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Pada Orde Baru, Tjahjo mulai berkecimpung dalam kancah politik nasional, menjadi anggota DPR dari Golkar, pada usia 30 tahun. Ia menjadi Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI (1987,1992) dan Ketua Umum DPP KNPI di tahun 1990-1993.Pada Pemilu 1992, dia terpilih kembali sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Perubahan angin politik nasional, peralihan Orde Baru ke Era Reformasi, pada tahun 1998, membuat Tjahjo pindah ke PDI Perjuangan.  Digelarnya kembali Pemilu 1999, Tjahjo bertarung menjadi anggota dewan dari PDI Perjuangan. Hasilnya tetap mengantarkan Tjahjo ke Senayan. Sejak itu dengan bendera PDIP dia berturut-turut menjadi anggta DPR Republik Indonesia periode 2009–2014. Kalau ditotal 6 periode lamanya, Tjahjo menjadi anggota DPR. Dia termasuk salah anggota DPR terlama dengan partai yang berbeda, dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I.

Ia bertugas sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI (1999-2002) dan Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI (2002-2003). Pada Pemilu tahun 2004, ia terpilih menjadi Anggota Komisi XI dan Anggota BKSAP DPR RI (2004-2008), Ketua Fraksi PDIP DPR RI (2004-2009), dan Wakil Ketua Tim Lumpur Sidoarjo DPR-RI (2006-2007). Dalam Pemilu 2009, Tjahjo kembali menduduki posisi sebagai Anggota DPR dan Ketua Fraksi PDIP DPR RI periode 2009-2014 dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI.  

Kariernya di PDIP juga melesat. Meski termasuk orang baru, dia bisa masuk orang kepercayaan Megawati Soekarnoputri. Kariernya di PDIP dimulai sebagai direktur SDM Litbang. Kepercayaan Megawati kepadanya, Tjahyo diminta menjadi ketua pemenang pemilu hingga, ketua fraksi hingga menjadi sekjen PDIP.

Kesabaran dan konsistensi Tjahyo dalam mendampingi Megawati, berujung kemenangan. Pada Pilpres 2014, calon presiden dari PDIP menang. Presiden terpilih Jokowi meminta Tjahjo membantunya sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Tjahjo Kumolo secara mengejutkan dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015 menggantikan Pramono Anung yang sudah menduduki posisi Wakil Ketua DPR (2014-2019). 

 

Nama Lengkap                  : Tjahjo Kumolo, S.H

Tempat/Tanggal Lahir       : Solo, 1 Desember 1957

Pasangan                         : dr. Erni Guntarti

Anak:

1.    drg. Rahajeng Widyaswari

2.    Karunia Putripari Cendana

3.    Arjuna Cakra Candasa

Pekerjaan               : Politikus

Pendidikan Umum:

  • SD Rejosari, Semarang (1970)
  • SMP 4, Semarang (1973)
  • SMA Negeri 1, Semarang (1976)
  • Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (1985)

Pendidikan Khusus:

  • Kursus Singkat Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta (1994)

Perjalanan Karier:

  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2019 - )
  • Menteri Dalam Negeri (2014-2019)
  • Sekjen PDI Perjuangan (2010)
  • Ketua DPP PDI Perjuangan (2005–2010)
  • Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik-Pemenangan Pemilu (2005–2010)
  • Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan (2005–2009)
  • Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2004-2010)
  • Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2002-2003)
  • Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (1999–2002)
  • Ketua Umum DPP KNPI (1990-1993)
  • Ketua DPD KNPI Dati I Jawa tengah (1985-1988)
  • Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah (1983-1985)
  • Dewan Pertimbangan PP PPM (1993-1997)
  • Ketua PP PPM (1989-1993)
  • Wantim PP FKPPI (1990-1997)

Pemerintahan:

  • Anggota Tim Teknis/IDF Gran,
  • Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (1995)
  • Menteri Dalam Negeri: (2014-2019)
  • Menteri Dalam Negeri: (2019-sekarang)
  • Keterlibatan dalam Organisasi:
    • Penghubung Komisi-Komisi non GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Anggota Komisi III dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) (1987-1992)
    • Anggota Pansus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) (1987)
    • DPR dari Golongan Karya (Golkar) (1992-1997)

Keluarga:

  • Dr. Erni Guntari (isteri)
  • Rahajeng Widyaswari (anak)
  • Karunia Putripari Cendana (anak)
  • Arjuna Cakra Candrasa (anak)