Tiramisu, Kuliner

Tiramisu adalah makanan pencuci mulut (dessert) yang sering disantap secara terpisah sebagai teman minum kopi tanpa terikat waktu. Kepopuleran tiramisu di Indonesia mencapai puncaknya sekitar tahun 2000-an. Penampilannya cukup elegan dalam beberapa layer berbatas tipis hasil paduan “lady finger cookies”, espresso, mascarpone cheese, telur, gula, rhum dan bubuk cokelat. Tekstur yang lembut, rasa kopi espresso yang kuat, dan biskuit lady finger yang lumer di mulut, menghasilkan cita rasa khas yang tak terlupakan. Tiramisu adalah olahan modern yang dibuat pertama kali tahun 1969 oleh seorang pastry chef asal Italia bernama Roberto Linguanotto, pemilik restoran Le Beccherie di Treviso, Italia.  Roberto dan sous chef-nya, Francesca Valori, membuat kreasi dessert dengan memadukan beberapa komponen yang terdiri dari susu, krim, biskuit lady finger, kopi, dan bubuk cokelat. Tidak ada sama sekali unsur alkohol di dalam resep asli tiramisu karena awalnya sajian ini ditujukan untuk anak-anak dan orang tua. Jadi kalau ada yang menggunakan rhum dalam campuran tiramisu, artinya kue sudah dimodifikasi. Lady finger, biskuit yang biasa digunakan sebagai bahan utama dalam banyak resep hidangan pencuci mulut, adalah jenis biskuit berbentuk seperti jari, menyerupai lidah kucing tetapi lebih tebal dengan tingkat kepadatan rendah dan mudah menyerap cairan. Permukaan kue ditaburi sedikit gula. Nama Tiramisu sendiri diambil dari nama gadis Francesca Valori, murid sang pencipta menu dessert Roberto Linguanotto.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa sejarah panjang Tiramisu berasal dari sebuah wilayah prostitusi di Treviso yang sudah ditutup oleh pemerintah Italia sejak tahun 1958. Resep aslinya lebih sederhana dan dikenal dengan nama “sbatudìn”, yaitu hidangan berenergi yang digambarkan sebagai makanan yang mampu membangkitkan orang mati dari kubur karena kelezatannya tak terkatakan. Sbatudìn terbuat dari kuning telur yang dikocok dan gula. Sampai sekarang ibu-ibu di Italia masih membuat sbatudìn untuk diberikan kepada anak-anak mereka agar dapat tumbuh kuat. Ketika pemerintah menutup semua rumah bordil di Treviso, warisan resep sbatudìn tidak sepenuhnya hilang. Ada sepasang suami isteri yang sering  berkunjung ke Treviso dan berpikir bahwa resep sbatudìn tidak boleh hilang. Ternyata sang isteri dalam keadaan hamil. Setelah melahirkan ia mencoba menyantap "sbatudìn",  dan merasa lebih sehat bahkan setelah masa persalinannya. Ia kemudian bekerja sama dengan juru masak untuk menyempurnakan resep sbatudìn. Dessert hasil olahan baru yang diberi nama “tiramisu” itupun diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada orang-orang yang belum pernah menginjakkan kaki di Treviso. Kedai tempat kelahiran tiramisu ini terletak di pusat Kota Tua Treviso dengan nama Le Beccherie.

Tiramisu biasa dihidangkan dalam gelas-gelas mungil. Dessert yang menjadi ikon kota Treviso ini terbuat dari lapisan biskuit Savoiardi atau Ladyfingers yang satu persatu dicelupkan dalam campuran krim kocok keju mascarpone (keju krim khas Italia), bubuk cokleat dan bubuk kopi. Rasa lembut krim dan keju, kerenyahan biskuit dengan aroma cokelat serta kopi yang wangi membuat dessert ini disukai orang. Terlebih jika dimakan saat dingin. Giuseppe Maffioli, anggota Academia della Cucina Italiana, menulis resep “Il Tiramisu Legittimo delle Beccherie” pada tahun 1981. Di bawah ini adalah resep asli tiramisu yang porsinya sudah disesuaikan untuk hidangan rumah.

Bahan:

  1. 30 savoiardi  atau biskuit ladyfinger, bisa juga diganti dengan “sponge cake” yang dipotong-potong memanjang seperti jari
  2. 360 ml espresso atau kopi hitam
  3. 450 gram keju mascarpone
  4. 4 kuning telur
  5. 100 gram gula
  6. 2 sendok teh cokelat bubuk
  7. Rum atau Kahlua (tidak mutlak, hanya pilihan)

Cara membuat:

  1. Siapkan kopi. Tambahkan 2 sendok teh gula ke dalam espresso atau air kopi pekat hangat lalu aduk sampai larut. Dinginkan sampai mencapai suhu ruang.
    Kalau hendak ditambahkan rum atau kahlua, tidak perlu lagi diberi gula. Rum berfungsi menyeimbangkan rasa pahit kopi dan menimbulkan aroma wangi, sedangkan kahlua berfungsi memperkuat aroma kopi.
  2. Kocok kuning telur dan gula sampai mengembang. Campurkan keju mascarpone dan aduk rata.
  3. Celupkan ladyfinger ke kopi dan susun menjadi satu lapis di dasar loyang.
    Savoiardi bertekstur lebih kering dan beremah daripada ladyfinger, namun hasilnya jadi lebih ringan dan fluffy karena menyerap lebih banyak cairan.
  4. Di atas lapisan ladyfinger tadi, olesi setengah bagian krim mascarpone. Ulangi langkah 3 dan 4 sekali lagi sehingga didapati dua lapis ladyfinger dan mascarpone. Tiramisu biasanya hanya terdiri dari dua lapis, namun Anda bisa menambah lapisannya agar teksturnya lebih baik.
  5. Setelah selesai, taburi bagian atasnya dengan cokelat bubuk. Kemudian, bekukan minimal selama 3-4 jam. Mendinginkan tiramisu diperlukan agar citarasanya berkembang.