Tebet, Kampung

Tebet merupakan sebuah kawasan kecamatan di Jakarta Selatan. Kecamatan ini mencakup beberapa kelurahan, seperti  Kelurahan Menteng Dalam, Kelurahan Tebet Barat, Kelurahan Tebet Timur, Kelurahan Kobon Baru, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Manggarai dan Kelurahan Manggarai Selatan.

Dahulu, kawasan ini berupa wilayah rawa-rawa dan semak belukar seperti hutan lebat sebelum menjadi kawasan tempat tinggal. Kata “lebat” disebut menjadi “tebat” oleh orang-orang Melayu yang tinggal di kawasan tersebut. Orang-orang Betawi yang tinggal di kawasan tersebut menyebut “tebat” dengan “tebet”. Hingga saat ini, sebutan “tebet” digunakan sebagai nama kawasan ini.

Pada tahun 1960-an, Tebet menjadi sebuah tempat relokasi penduduk Senayan yang kawasannya dibangun kompleks olahraga dan taman kota untuk pelaksanaan Pesta Olahraga Negara Berkembang atau yang dikenal Ganefo. Sebelum menjadi kawasan hunian, ketika VOC (Kongsi Dagang Belanda) mulai menguasai Hindia Belanda awal abad ke-16, Tebet dijadikan kawasan penampungan hujan sekaligus resapan air.

Setelah dijadikan kawasan permukiman, orang Betawi yang pindah dari Senayan ke Tebet menimbulkan masalah baru. Orang Betawi memiliki kebiasaan menyimpan uang tidak di bank, uang hasil gusuran di Senayan disimpan oleh mereka di rumah saja. Hal tersebut membuat kawasan Tebet menjadi incaran pencuri dan sering terjadi pencurian di sana. Penduduk Betawi yang menetap di sana kemudian berpindah menuju Bogor atau Depok. Para pendatang dari berbagai penjuru pun mulai memasuki kawasan tersebut dan menetap di sana. Dari situlah Tebet menjadi kawasan multi etnis, tidak hanya dihuni penduduk Betawi. Lantaran letaknya strategis, perlahan-lahan kini Tebet menjadi kawasan permukiman mahal.

Tidak hanya menjadi kawasan permukiman, Tebet kini menjadi kawasan tempat nongkrong anak-anak muda. Banyak berjejer tempat makan dan distro-distro. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu dipadati oleh orang-orang yang ingin sekedar cuci mata atau menyambangi resto-resto terkenal.