Tari Zapin Betawi

Kata Zafin berasal dari bahasa Arab Zafana atau Zafanan yang berarti melangkah atau mendadak. Dapat pula diartikan sebagai menari. Tari Zafin Betawi berasal dari bangsa Arab yang kemudian mendapat pengaruh dari tarian-tarian Melayu. Tari Zafin Betawi ditarikan oleh masyarakat Betawi asli maupun pendatang. Di dalam Tari Zafin terfokus pada gerakan kaki. Dan memiliki empat macam pola yakni : Pola Lantai Pokok, Pola Lantai Konde, Pola Tiga dan Pola Lantai Putaran. Didalam Tari Zafin Betawi yang berkembang di luar keturunan Arab, pola macam gerakan itu tidak dikenal.

 

      Tari Zafin pada mulanya tergolong sebagai tari pergaulan kemudian beralih menjadi semacam tari tari pertunjukan. Kalaupun Tari Zafin berupa tari pergaulan, namun penarinya biasanya pria saja atau wanita saja.  Tari Zafin dipertunjukan untuk memeriahkan upacara-upacara tertentu misalnya upacara di dalam rangka memeriahkan Hari Maulid Nabi, Kitanan, perkawinan dan sebagainya.  Bentuk pentasnya disebut Majlas, yakni kelompok orang membuat lingkaran atau setengah lingkaran. Tengah lingkaran yang kosong dipergunakan sebagai area pentas.  Tari Zafin Betawi yang sudah menyerupai pertunjukan mempergunakan panggung Balandongan (panggung buatan semacam proscenium).

 

(sumber : Buku Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta – Dinas Pariwisata Tari Zafin Betawi, 1995/1996)