TARI SIPATMO

Tari Sipatmo adalah asal usul dari tari cokek yg terkenal pada saat ini. Pada awalnya tarian ini merupakan tarian agung yg hanya ada pada rangkaian upacara di klenteng/wihara dan sarat akan makna atau berpesan untuk selalu menjaga hati dan perilaku baik. 

 Ada empat ragam gerak Tari Sipatmo yang penting dan mengandung arti, yaitu gerak soja di dada,gerak soja berhadap-hadapan, gerakan mengayuh perahu, dan gerak-gerak selanjutnya merupakan stilisasi gerakan menunjuk. Gerak soja di dada mengisyaratkan agar menjaga hati selalu bersih. Gerak soja berhadap-hadapan adalah lambang atau pengingat untuk hormat-menghormati dan saling menyayangi. Gerakan seperti mengayuh perahu bermakna berani mengarungi samudra kehidupan. Gerakan menunjuk sembilan lawang, "pintu" masuknya noda yang kalau tidak dijaga dengan baik dapat mengotori sanubari.