Tantio Adjie, Seni Rupa

Tantio Adjie adalah, seorang Pelukis dengan kekhasan Pewayangan, lahir 28 Oktober 1955 di Medan, Sumatra Utara. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Adjie sangat menyukai dan piawai dalam pelajaran menggambar, dan tokoh Garenglah yang sering di gambarnya. Hal ini tidak terlepas dari lingkungan gambar menggambar, karena ayahnya Raden Roestamadjie adalah seorang Tentara yang berlatar belakang sekolah Tehnik Pembangunan. Sang ayah di percaya oleh Presiden Soeharto selain dalam perancangan pembangunan jalan dan jembatan, juga dalam pengadaan acara-acara hiburan untuk masyarakat, khususnya pertunjukan wayang. Ketika itu Adjie sering di ajak orang tuanya untuk menonton pertunjukan wayang kulit, dan salah satu tokoh Punakawan yang sangat ia sukai adalah Gareng.

Adjie, menyelesaikan pendidikan SMA nya di Jakarta. Kemudian meneruskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta pada Fakultas Seni Rupa, jurusan Seni Murni, serta menyelesaikan progam Pasca Sarjana di kampus tersebut dengan judul karya ‘Petruk, Sapa Suruh Datang Jakarta’. Sejak kuliah ia sudah menjadi asisten pengajar mata kuliah Gambar Anatomi, mendampingi  (alm) Angkama Secadibrata  dan pernah mengikuti workshop bersama pelukis Jerman, Peter Dittmar yang tinggal di Ubud, Bali (1985 – 1986). Hasil workshop tersebut kemudian di pamerkan di Munchen, Jerman (1986).

Sepanjang perjalanan karir melukisnya, Adjie di kenal aktif mengikuti kegiatan Seni Rupa yang di adakan di dalam dan luar negeri . Pengalaman bersama dengan pelukis asing antara lain: workshop bersama Group ABC, Wolter Mondale, Belanda; workshop bersama Herman Rowan pelukis Amerika Serikat dan studi banding ke University of Minnesota USA (1992). Ia juga pernah berpameran di pameran Sketsa Jakarta (1977), pameran lukis LPKJ (1983), pameran lukisan Ruang Pamer (1987), pameran Pelukis Muda Indonesia (1988), pameran Pengajar TIM (1989). Adjie juga pernah berpameran tunggal di Balai Budaya Jakarta (1990) dan mengikuti pameran bersama  40 Tahun IKJ (2010), pameran bersama di Taman Ismail Marzuki (2014). Selain itu, Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan antara lain: penghargaan untuk Lomba Poster Jantung (1979), Karya Sketsa se-Indonesia (1980), Festival Seni Jakarta FSR IKJ (2012).

Tantio Adjie yang karya- karyanya banyak menampilkan isu – isu sosial ini, adalah salah satu pengurus dan pendiri HIPTA (Himpunan Pelukis Jakarta), ia juga kreatif sebagai penata artistik untuk Produksi  Film 35 mm komersial dan beberapa pertunjukan, antara lain Grup Teater Koma, Bengkel  Teater  Rendra dan peragaan busana pada Live Music Fashion Show JHCC.  Hingga saat ini ia mendedikasikan dirinya sebagai pengajar di FSR IKJ dan kerap di minta hadir untuk menjadi saksi ahli dalam beberapa  kasus pemalsuan dan pelanggaran Hak karya Intelektual.