Tanjung Duren, Kampung

Tanjung Duren merupakan kawasan pemukiman di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Tanjung Duren terbagi atas dua wilayah, yakni Tanjung Duren Utara dan Tanjung Duren Selatan. Di kawasan ini banyak kompleks perumahan, perkantoran serta pertokoan yang memenuhi pinggir jalan rayanya.

Asal usul nama Tanjung Duren berasal dari keadaan alamnya pada tempo dulu. Di masa koloni Belanda, daerah ini banyak tumbuh pohon duren. Pohon-pohon tersebut tumbuh subur dan berbuah lebat. Pohon duren merupakan tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara dan tumbuh di Batavia. Pohon duren yang tumbuh di daerah ini, tumbuh di atas tanah-tanah yang berbentuk seperti tanjung (tanah atau daratan yang menjorok ke laut). Sejak itulah orang-orang menyebutnya dengan Tanjung Duren.

Nama tanjung Duren baru ada dalam Undang-undang Tentang Administratif Jakarta No. 10 tahun 1964. Pada peta tahun 1897 tertera nama Tandjoeng, lalu pada peta tahun 1947 tertulis Tadjoengtepekong. Dari sisi nama Tandjoengtepekong, berasal dari dua nama Tanjung dan Tao Pe Kong. Tanjung berkaitan dengan kontur tanah yang tinggi di pinggir sungai, danau atau laut. Tao Pe Kong dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya gambar (patung) dewa yang dipuja dalam kelenteng. Jadi Tandjoentepekong berkaitan dengan sebuah tempat yang dijadikan tempat memuja dewa. Di Tanjung Duren dan sekitaran Kemanggisan ini dahulu banyak makam orang Cina, ini dapat dilihat dari peta Belanda 1897 dan 1947. Makanya, banyak tradisi upacara di tempat ini, salah satunya upacara Ceng Beng yang dilakukan dalam rangka membersihkan makam (lihat www.gerejani.com).