Tanaman Bunga Waru, Tumbuhan

Tanaman waru adalah tanaman berjenis pohon besar yang sering ditanam di halaman rumah atau pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Tanaman waru adalah tanaman tropis berbatang sedang, dan biasanya tanaman waru tumbuh secara liar di antara semak semak belukar, hutan dan ladang. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi waru Nama ilmiah waru atau nama latin waru adalah Talipariti tiliaceum sinonim Hibiscus tiliaceus. Klasifikasi tumbuhan waru adalah sebagai berikut :

Pohon ini cepat tumbuh sampai tinggi 5-15 meter, garis tengah batang 40-50 cm; bercabang dan berwarna coklat. Daun merupakan daun tunggal, berangkai, berbentuk jantung, lingkaran lebar/bulat telur, tidak berlekuk dengan diameter kurang dari 19 cm. Daun menjari, sebagian dari tulang daun utama dengan kelenjar berbentuk celah pada sisi bawah dan sisi pangkal. Sisi bawah daun berambut abu-abu rapat. Daun penumpu bulat telur memanjang, panjang 2.5 cm, meninggalkan tanda bekas berbentuk cincin.
Bunga waru merupakan bunga tunggal, bertaju 8-11. Panjang kelopak 2.5 cm beraturan bercangap 5. Daun mahkota berbentuk kipas, panjang 5-7 cm, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal, bagian dalam oranye dan akhirnya berubah menjadi kemerah-merahan. Tabung benang sari keseluruhan ditempati oleh kepala sari kuning. Bakal buah beruang 5, tiap rumah dibagi dua oleh sekat semu, dengan banyak bakal biji. Buah berbentuk telur berparuh pendek, panjang 3 cm, beruang 5 tidak sempurna, membuka dengan 5 katup

Tanaman waru memiliki batang yang berbentuk bulat, berkayu dan berwarna cokelat. tanaman ini termasuk dalam golongan pohon besar yang tingginya bisa mencapai 5 sampai 15 meter. Batang cendurung tumbuh lurus pada tanah yang subur, dan tumbuh membengkok pada tanah yang tidak subur.Tanaman waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan atau bangunan di sekelilingnya. Akar tanaman waru sendiri adalah akar tunggang yang berwarna putih kekuningan.

Tanaman waru mempunyai daun yang tunggal dan berbentuk bulat atau bulat telur. Tepi daun waru merata, pertulangan daun menjari dan memiliki panjang sekitar 20 cm. daun penumpu pada tanaman waru berbentuk bulat telur memanjang dengan panjang sekitar 2,5 cm, meninggalkan bekas yang terlihat seperti cincn di bagian ujung ranting atau caban

Tanaman waru mempunyai bunga yang berdiri sendiri atau terdapat dalam tandan yang berisi 2sampai 5 kuntum. Bunga waru ini berwarna kuning dan bagian tengahnya berwarna merah cokelat. Daun kelopak tambahan bertaju sekitar 8 sampai 11 dan lebih dari setengahnya melekat.

Kelopak bunga mempunyai ukuran panjang sekitar 2,5 cm dan bercangap 5 serta beraturan. Daun mahkota bunga tanaman waru berbentuk seperti kipas serta berkuku pendek dan lebar.

Panjang daun mahkota ini sekitar 5 sampai 7 cm dan berwarna kuning dengan noda ungu di bagian pangkalnya. Warna ini kemudian berubah menjadi jingga dan berubah lagi menjadi kemerahan. Tangkai sari berbentuk tabung dan membungkus tangkai putik.

Tanaman waru mempunyai buah yang berjenis buah kotak. Buah ini berbentuk bulat oval dan terbagi menjadi 5 ruang dan setiap ruang dibagi oleh sekat semu menjadi dua bagian. Bakal biji di setiap buah berjumlah banyak. Panjang buah tanaman waru sekitar 3 cm.

Kandungan Kimia dan Kegunaan tumbuhan
Dalam pengobatan tradisional, akar waru digunakan sebagai pendingin bagi sakit demam, daun waru membantu pertumbuhan rambut, sebagai obat batuk, obat diare berdarah/berlendir, amandel. Bunga digunakan untuk obat trakhoma dan masuk angin . Kandungan kimia daun dan akar waru adalah saponin dan flavonoid. Disamping itu, daun waru juga paling sedikit mengandung lima senyawa fenol, sedang akar waru mengandung tanin.