Tahayul Pada Nama, Nilai Budaya

Tahayul dianggap oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang mustahil, tidak rasional, dan bersifat ketinggalan jaman. Namun di sisi lain, sebagian besar masyarakat Betawi masih mempercayai tahayul tersebut hingga saat ini. Orang Betawi jaman dulu memiliki kepercayaan tidak boleh sembarangan memberikan nama kepada anak keturunannya. Para orang tua memberikan nama kepada anak keturunannya dengan nama yang mengandung simbol kebaikan, keluhuran, kebajikan, dan kearifan. Nama-nama tersebut biasanya diambil dari nama tokoh terkenal sejarah Islam atau nama-nama yang terdapat dalam Al-Qur’an. Jika nama sebelumnya kurang beruntung atau sang anak sering menderita sakit-sakitan, orang Betawi akan mengganti nama anaknya. Sehingga kebiasaan mengganti nama dalam masyarakat Betawi bukan lah hal yang aneh.