Tahayul Pada Binatang, Nilai Budaya

Tahayul dianggap oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang mustahil, tidak rasional, dan bersifat ketinggalan jaman. Namun di sisi lain, sebagian besar masyarakat Betawi masih mempercayai tahayul tersebut hingga saat ini. Salah satu tahayul yang dipercayai adalah tahayul pada binatang.

Orang Betawi memiliki kepercayaan kepada dunia binatang. Pengalaman dan pengetahuannya mengamati dunia hewan digunakan untuk memberi makna simbolik kepada berbagai aspek dalam kehidupannya. Salah satu kepercayaannya adalah jika ada kucing melompati jenazah, jenazah tersebut akan kembali hidup. jika ada burung hantu yang hinggap di wuwungan rumah, dipercaya akan ada anggota keluarga yang akan sakit atau meninggal. Orang Betawi juga memiliki kepercayaan untuk memakan daging ular, biawak, dan monyet untuk mengobati penyakit kulit. Selain itu, seorang suami dilarang membunuh binatang ketika sang istri sedang hamil. Jika melakukan hal tersebut, anak yang dilahirkan akan memiliki wajah seperti binatang yang dibunuh.