Seudati Inong, Seni Tari

Tari Seudati yang dilarang bagi perempuan setelah masuknya Islam ke Aceh dan diganti oleh penari laki-laki, kini dapat ditarikan kembali oleh perempuan. Tari kreasi tradisional Aceh ini dikembangkan oleh Syeikh Zu Hermi sejak tahun 1985 di Sanggar Lempia, Banda Aceh. Perubahan yang terjadi disebabkan adanya kebutuhan berkesenian seiring perkembangan jaman. Tari ini dinamakan Seudati Inong atau Seudati Perempuan. Ada juga yang menyebutnya sebagai tari Lawet (salawat). Gerakannya dikembangkan dari tari Seudati Agam hanya diubah menjadi lebih lembut dan halus. Syairnya tetap berisikan sanjungan serta pujian kepada Allah dan Rasul-Nya. Tari Seudati Inong ini menjadi simbol keberanian perempuan Aceh untuk setia mempertahankan adat, agama, dan kebesaran bangsanya.

Jumlah penari utama tari Seudati Inong sama seperti Seudati Agam, yaitu delapan penari perempuan. Terdiri dari satu orang syekh, satu pembantu syekh, dua apeet, satu apeet bak, dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu ada dua orang lainnya yang bertugas sebagai pelantun syair (aneuk syahi). Gerakan tari Seudati Inong  sangat khas, enerjik, dan lugas. Gerakannya didominasi oleh gerakan tangan dan kaki dengan dukungan pola lantai yang bervariasi. Gerakan yang paling menonjol adalah gerakan tepuk paha, jentikan jari, gerak tangan, dan hentakan kaki yang dilakukan dengan lincah, cepat, serta harmonis.

Tari Seudati Inong biasanya dipertunjukan di atas panggung, dan dibagi menjadi beberapa babak. Sama seperti Seudati Agam, babak pertama dimulai dengan saleum (sapa-menyapa) dari aneuk syahi, sementara para penari membawakan beraneka lenggak-lenggok, tepuk dada, gerakan-gerakan yang elastis, serta jentikan jari-jari yang mengikuti gerak irama lagu. Babak kedua, terdiri dari bak saman, likok, saman,  kisah, dan lanie. Tari Seudati Inong juga memiliki beberapa nama gerak dan formasinya, yaitu dua bershaf, satu bershaf, pharangkang/jambo, rangkang, likok pesawat, blong, giring, jurung, jalan sago, nyap, puta ule dan dua banjar. Busana para penari tari Seudati Inong adalah kostum khusus yang bertemakan adat. Terdiri dari baju Aceh berlengan panjang, dan celana panjang yang warnanya tidak ditentukan. Aksesori busana berupa kain songket yang dikenakan di pinggang hingga lutut, ikat pinggang, penutup kepala yang terdiri dari jilbab dan semacam tengkuluk.