Sayap Kecil Garuda, Perfilman

Sayap Kecil Garuda merupakan judul Film Drama Indonesia yang di produksi oleh Rumah Produksi Brajamusti Film Smaradana Pro. Film berdurasi 95 menit dan rilis pada 23 Januari 2014 ini, menyelipkan beberapa Tradisi Indonesia yang sangat kental, salah satunya kegiatan mengumpulkan Beras Pelerek yang sudah turun temurun di Cianjur.

Sayap Kecil Garuda, juga merupakan salah satu pemenang Lomba Penulisan Skenario Terbaik  yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada tahun 2011.

Film ini, menceritakan tentang seorang murid kelas Dua SMP bernama Pulung. Ia memiliki kelemahan daya ingat, hingga kesulitan dalam menghafal Pancasila dan makna dari Lambangnya.

Namun demikian Pulung anak yang baik. Sepulang sekolah, sebelum mengaji di Surau, ia rajin membantu kakeknya, yang Ia panggil Abah, untuk mengumpulkan Beras Perelek, yaitu sebuah Budaya yang turun temurun di kampung mereka. Warga kampung mensedekahkan 1 kaleng susu beras yang mereka letakkan di depan rumah.

Beras-beras itu mereka kumpulkan seminggu Tiga kali, lalu diserahkan ke Pak RT untuk kemudian dijual murah ke warga Kampung yang tidak mampu. Kemudian uang hasil penjualan beras dipinjamkan ke warga Kampung yang tidak mampu untuk keperluan modal usaha atau keperluan lainnya. Sikap Pulung yang tanpa pamrih, penolong, sholeh dan mudah bergaul membuat Ia dicalonkan jadi ketua Osis, bersaing dengan Asih dan Fandi, murid yang pintar dan diunggulkan di sekolah mereka.

Walau dikenal memiliki daya hapal yang lemah, ternyata Pulung sangat kuat dibidang visual. Ia pintar menggambar, apalagi setelah diajari oleh Pak Zul, warga yang baru pindah ke kampung Pulung, sehingga Pulung dapat menjuarai Lomba Gambar Antar Siswa se - Kota Cianjur.

Pulung mendapat Piala dan Sepeda dari kemenangannya dalam Lomba Gambar tersebut. Kemudian Piala diberikan Pulung ke Maman, anaknya Pak Zul yang juga suka menggambar, yang matanya buta karena penyakit panas yang pernah dideritanya. Sementara sepeda Ia gunakan untuk mengumpulkan Beras Perelek menggantikan sepeda Abah yang sudah reot.

Suatu hari Ibunda Pulung yang selama 8 tahun bekerja di Luar Negeri pulang. Ia mengajak Abah dan Pulung pindah ke Jakarta. Abah menolak, demikian juga Pulung, karena semenjak ayahnya meninggal dan Ibunya pergi tanpa kabar, Abah yang mengasuh dan membesarkan Pulung.

 

Produser Adenin Adlan
Sutradara Aditya Gumay
Penulis Aditya Gumay, Melia ‘Mex’ Artophoria, Adenin Adlan
Pemeran Rizky Black, Gatot Brajamusti, Baby Mameza Brajamusti, Diza Refengga, Adam Syachrizal, Aaliyah Massaid, Dedy Mizwar, Elma Theana, Reza Artamevia.