Sarendong Ajer, Seni Tari

Tari Sarendong Ajer adalah tari kreasi tradisional Betawi ciptaan Selvia Erviliani dan Udin Kacrit. Kata “sarendong” mengandung arti nama jenis bunga di Bekasi, sedangkan “ajer” bermakna murah. Tarian ini menggambarkan keriangan jiwa kaum muda saat merayakan suka-suka di antara mereka. Tari Sarendong Ajer dibawakan secara berkelompok dengan jumlah penari 5 orang atau lebih.

Busana yang dikenakan terdiri dari kebaya pola tiga warna dengan dua alternatif bawahan, yaitu celana panjang atau kain batik yang dimodifikasi menjadi seperti rok. Celana panjang memungkinkan gerak kaki menjadi lebih leluasa dan keindahan serta variasi gerakannya lebih terlihat jelas. Jika mengenakan kain batik Betawi yang meski dibuat menjadi seperti rok lebar agar gerak kaki lebih leluasa, tetapi keindahan dan perpaduan gerak kaki dengan anggota tubuh lainnya tidak terlihat jelas. Aksesori busana berupa toka-toka silang (tradisional) ataupun lebar (modifikasi) yang menutupi bagian dada, ampreng yang panjangnya hingga sedikit di atas lutut dikenakan untuk menutupi tubuh bagian depan, andong dikenakan di bagian belakang untuk menutupi tubuh bagian belakang (panggul), ikat pinggang (sabuk), dan selendang (sampur) yang juga berfungsi sebagai properti tari dikaitkan pada sabuk. Para penari juga membawa kipas besar berwarna kuning yang diselipkan di tubuh bagian belakang. Kipas ini digunakan saat tarian memasuki  bagian akhir. Rambut dikonde model cepol dengan penutup kepala modifikasi. Warna tutup kepala kuning keemasan, dikreasi dari  bahan keras sejenis kawat yang dihias oleh bunga imitasi berwarna kuning dan merah di kepala penari. Para penari  tidak mengenakan kembang topeng sebagai ciri dari tari tradisi Topeng Betawi.