Rumah Raden Suprapto

Rumah kediaman salah satu Pahlawan Revolusi, Letnan Jenderal (Anumerta) Raden Suprapto ini terletak di Jl. Besuki No. 19 Menteng, Jakarta Pusat. Rumah ini dibangun sekitar tahun 1930-an dengan model arsitektur gaya Indische dan dulunya merupakan rumah tinggal pejabat perusahaan swasta Belanda dan Eropa. Pada tahun 1950-an rumah ini dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara dan kemudian baru ditempati oleh Suprapto selaku salah satu perwira tinggi TNI AD. Salah satu tetangga Suprapto pada saat itu adalah Sutomo atau lebih dikenal dengan nama Bung Tomo, tokoh pejuang revolusi kemerdekaan asal Surabaya, Jawa Timur.

Rumah ini menjadi saksi bisu dari penculikan Mayor Jenderal Raden Suprapto yang kala itu menjabat sebagai Deputi II Menteri / Panglima AD bidang Administrasi pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 saat berlangsungnya pemberontakan G30S/PKI. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok pasukan Tjakrabirawa berhasil masuk ke dalam rumah dan membawa paksa Suprapto ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur dan membunuhnya secara keji di sana..

Pada tahun 1980-an, sutradara kawakan Arifin C. Noer menggunakan rumah ini sebagai salah satu lokasi shooting film “Pengkhianatan G30S/PKI” untuk adegan penculikan tokoh Raden Suprapto.