Rumah Mt. Haryono

Rumah kediaman salah satu Pahlawan Revolusi, Letnan Jenderal (Anumerta) M.T. Haryono ini terletak di Jl. Prambanan No. 8 Menteng, Jakarta Pusat. Rumah ini dibangun sekitar tahun 1930-an dengan model arsitektur gaya Indische dan dulunya merupakan bagian dari kawasan Menteng yang bernama Duracus Weg. Sebelum ditempati oleh M.T. Haryono dan keluarganya, rumah ini merupakan rumah tinggal pejabat perusahaan swasta Belanda dan Eropa. Pada tahun 1950-an rumah ini dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara dan kemudian baru ditempati oleh M.T. Haryono selaku salah satu perwira tinggi TNI AD.

Rumah ini menjadi saksi bisu dari penculikan Mayor Jenderal M.T. Haryono yang kala itu menjabat sebagai Deputi III Menteri / Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 saat berlangsungnya pemberontakan G30S/PKI. Dalam peristiwa kelam tersebut, M.T. Haryono tewas tertembak di rumahnya setelah sebelumnya berusaha merebut senjata dari pasukan Tjakrabirawa yang berusaha menculiknya. M.T. Haryono merupakan satu diantara tiga Pahlawan Revolusi yang tewas di kediamannya sendiri saat hendak diculik selain Ahmad Yani dan D.I. Pandjaitan, sementara empat orang Pahlawan Revolusi lainnya berhasil diculik dan kemudian dibunuh secara keji di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Pada tahun 1980-an, sutradara kawakan Arifin C. Noer menggunakan rumah ini sebagai salah satu lokasi shooting film “Pengkhianatan G30S/PKI” untuk adegan penculikan tokoh M.T. Haryono.