Rumah Dinas Wakil Presiden Ri, Bangunan Khas

Rumah dinas Wakil Presiden (Wapres) terletak di Jl. Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat. Rumah dinas ini mulai digunakan pada masa Wapres Sudharmono hingga saat ini. Sepanjang sejarah tercatat hanya Wapres B.J. Habibie yang menolak untuk tinggal di rumah dinas dengan alasan lebih merasa nyaman tinggal di rumahnya yang terletak di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Rumah dinas Wapres ini lokasinya berdekatan dengan Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Rumah dinas Wapres yang eksteriornya didominasi warna putih ini terdiri dari dua lantai, dimana juga terdapat fasilitas lift yang awalnya didesain untuk membantu istri Wapres Sudharmono, Ibu Ratu Emma Norma Sudharmono yang saat itu sudah berumur apabila hendak menuju ke lantai dua. Pada bagian belakang rumah terdapat halaman pekarangan yang biasa dipasangi tenda untuk menjamu tamu undangan dalam acara-acara tertentu seperti open house lebaran yang hampir setiap tahun rutin diadakan. Pada dinding bagian luar depan pintu masuk (ruang tamu) rumah dinas tersebut terdapat sebuah plakat bertuliskan Rumah Dinas Wakil Presiden RI. 

Pada awalnya tembok pagar bagian luar rumah dinas ini tidak tinggi danhanya seukuran pinggang orang dewasa sehingga dulunya masyarakat umum bisa melihat dengan jelas aktivitas dan kegiatan Wapres yang hendak keluar-masuk rumah dinas dari pinggir Jl. Diponegoro. Namun pada masa Megawati menjabat sebagai Wapres, tembok pagar bagian luar mengalami renovasi dan ditinggikan dengan alasan keamanan. 

Sebagai salah satu objek vital negara yang sangat penting, rumah dinas Wapres ini mendapat pengamanan langsung dari Paspampres Grup B. Salah satu bentuk pengamanannya adalah penempatan kendaraan lapis baja panser yang standby selama 24 jam di depan rumah yang difungsikan selain sebagai kendaraan taktis pemukul mundur, juga sebagai sarana evakuasi VVIP. Meskipun pada siang hari jalanan depan rumah dinas ini bebas dilalui oleh kendaaran masyarakat umum, namun pada malam hari jalanan tersebut selalu ditutup untuk umum demi alasan keamanan.