RUMAH D.I PANDJAITAN

Rumah kediaman salah satu Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal (Anumerta) D.I. Panjaitan ini terletak di Jl. Hasanuddin No. 53 kawasan Blok M, Kebayoran Baru, , Jakarta Selatan. Ini adalah satu-satunya rumah kediaman Jenderal TNI AD yang menjadi target penculikan peristiwa G 30S/PKI yang berada di luar kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rumah ini dibangun sekitar tahun 1956 pada saat pengembangan kota satelit Kebayoran di Jakarta Selatan.

Rumah berlantai dua ini menjadi saksi bisu dari upaya penculikan Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan yang kala itu menjabat sebagai Asisten IV Menteri / Panglima Angkatan Darat bidang logistik pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 saat berlangsungnya pemberontakan G 30S/PKI. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok pasukan Tjakrabirawa berhasil masuk ke dalam rumah dan berusaha membawa paksa D.I. Panjaitan. Berhasil masuk ke dalam rumah dan menembaki bagian dalam lantai bawah rumah dan melukai anggota keluarga D.I. Panjaitan. Untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban anggota keluarganya, D.I. Panjaitan akhirnya memutuskan turun dari kamarnya di lantai dua dan menemui pasukan penculik tersebut dengan mengenakan seragam dinas militer.

Malangnya saat tengah berada halaman rumahnya dan hendak berdoa, D.I. Panjaitan justru ditembak hingga akhirnya tewas di tempat. Jenasahnya kemudian dilempar oleh pasukan penculik ke luar karena pintu gerbang rumahnya masih dalam keadaan terkunci rapat dengan gembok. Pasukan penculik kemudian membawa jasadnya ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Pada tahun 1980-an, sutradara kawakan Arifin C. Noer menggunakan rumah ini sebagai salah satu lokasi shooting film “Pengkhianatan G30S/PKI” untuk adegan penculikan tokoh D.I. Panjaitan.