Romeo Juliet, Perfilman

Romeo Juliet merupakan film Drama yang di produksi oleh Bogalakon Pictures. Berdurasi 104 menit, rilis 23 April 2009.  Kisahnya diadaptasi dari sebuah konflik yang membawa cerita tentang fanatisme dua suporter bola terbesar di Indonesia yang juga terkenal dengan rivalitasnya. film ini telah tayang perdana (world premiere) di Hongkong International Film Festival, pada 23-31 Maret 2009 dan mendapatkan sambutan yang baik.

Romeo Juliet, menceritakan tentang Rangga, anggota The Jak Mania. Ia mengelola toko yang menjual berbagai merchandise klub Persija. Di kalangan supporter sepak bola indonesia, The Jak Mania dikenal sangat bermusuhan dengan Viking (suporter fanatik Persib Bandung). Kedua grup supporter ini sering adu mulut bahkan berkelahi saat kedua tim saling bertanding.

Suatu hari, Rangga dan anggota The Jak Mania lainnya memergoki bus Viking sedang berada di Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Persib dan Persija. Sontak, The Jak Mania langsung menyerbu bus Viking. Saat itulah Rangga melihat salah satu anggota Viking yang membuatnya terpesona, Desi. Seketika Rangga jatuh cinta pada Desi pada pandangan pertama.

Rangga pun mencari tahu tentang Desi dan didapatlah informasi bahwa Desi adalah seorang Lady Vikers. Tapi Rangga tidak gentar dan malah pergi ke Bandung. Akhirnya Rangga dan Desi bertemu dan mengakui kalau mereka saling mencintai. Tidak peduli mereka mendukung klub yang saling bermusuhan, mereka tetap memutuskan untuk bersama. Beberapa teman Rangga mencoba memperingatkan bahwa kakak Desi adalah ketua Viking. Namun Rangga mengelak dan mengatakan bahwa ia tetap mendukung Persija meski ia mencintai pendukung Persib.

Kunjungan Rangga yang intens ke rumah Desi mulai mengundang kecurigaan anggota-anggota Viking yang yakin bahwa Rangga adalah anggota The Jak. Akhirnya identitas Rangga terbongkar. Dan kakak Desi langsung menentang hubungan mereka. Sementara itu di Jakarta, Rangga mulai dijauhi sesama anggota The Jak karena ketahuan berpacaran dengan anggota Viking. Bahkan toko merchandise miliknya diteror dan dirusak. Untunglah Rangga masih memiliki sahabat-sahabat yang mendukungnya. Berkat dukungan tersebut, Rangga akhirnya menikah dengan Desi meski hanya di restui oleh sang ibu.

Setelah menikah, Desi kembali ke Bandung dan mereka berjanji akan bertemu di Malang, kota yang dirasa netral untuk pendukung Persija dan Persib. Tidak lama Rangga berangkat ke Malang dan berniat mengajak Desi untuk menonton pertandingan Arema dan Persib. Sayang, usaha Rangga gagal karena keburu ketahuan anggota Viking. Rangga pun kembali menyusun rencana agar bisa menjemput Desi. Rangga dan teman-temannya nekat untuk pergi ke Bandung, meski dihantui oleh anggapan yang mengatakan bahwa The Jak yang ke Bandung seolah hendak bunuh diri. Dan di akhir film, Rangga memang tewas di tangan bobotoh Persib.

Film Romeo Juliet versi Indonesia ini, terbilang film yang berani karena mengangkat isu besar rivalitas antar tim yang memang banyak terjadi di sepakbola Indonesia. Apalagi perseteruan antara Bobotoh dan The Jak menjadi salah satu sorotan yang panas dari bertahun-tahun lalu. Bukan sekedar kisah cinta yang cengeng, Andibachtiar Yusuf pun menggali lebih dalam mengenai fanatisme dari masing-masing kelompok suporter tersebut.

Dia menggambarkan anak-anak kelompok The Jak yang walau kasar di lapangan, namun sesungguhnya mereka sangat setia kawan. Begitupun penggambaran dari kelompok Viking, yang terkadang di cap sebagai kelompok yang keras. Tapi dalam sehari-harinya, mereka adalah pribadi-pribadi yang santun dan menghargai norma. Contohnya adalah penggambaran sosok Parman, yang walaupun bertemperamen keras saat menjadi panglima Viking, namun saat di rumah, Parman mampu menjadi sosok pria yang senantiasa menjaga ibu juga adik semata wayangnya.

Film ini juga sangat menggambarkan kearifan lokal. Di mana Rangga berbicara kental dengan dialek Betawi. Juga dialog antara Desi dan Parman yang hampir sering menggunakan bahasa Sunda. Dalam film ini digambarkan bahwa sepakbola merupakan olahraga yang universal, bisa dimainkan oleh segala kalangan. Untuk kalangan tidak mampu, sepakbola bisa menjadi obat penghibur yang menyenangkan

Namun Sayang sekali, pada saat penayangannya di bioskop tanah air, banyak kontroversi yang mengiringi film ini. Pihak Viking menolak film ini ditayangkan karena banyak dialog dari anggota Viking yang menggunakan kata-kata kasar. Beberapa pihak dari The Jak pun menyerukan agar film ini tidak usah ditayangkan. Penolakan kelompok suporter Persib, Viking, diungkap ketua bobotoh, Heru Joko. Pembatalan tayangan perdana dan serentak film Romeo-Juliet hanya terjadi di Kota Bandung saja. Kota lainnya yang memiliki perseteruan dengan salah satu kubu yang diangkat dalam film tersebut masih menayangkan nya.

 

Produser  Swastika Nohara, Melody Lim

Sutradara  Andibachtiar Yusuf

Bintang Film Sissy Priscilia (Desi), Edo Borne (Rangga), Ramon Y Tungka (Agus Purnomo), Alex Komang (Suparman/ kakak Desi), Norman Akyuwen (Debul), Epi Kusnandar (Soleh Solihun)