REVITALISASI KALI BESAR KOTA TUA JAKARTA, KALI BESAR

Revitalisasi Kota Tua Jakarta yang Terinspirasi dari Korea

Revitalisasi Kali Besar sudah dimulai sejak tahun 2016. Digawangi oleh arsitek kawakan, Budi Lim, penataan Kali Besar ini terinspirasi dari penataan Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan. Ide revitalisasi Kali Besar ini terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Sungai ini jadi destinasi wisata hits di Korea dan sering jadi lokasi syuting drama Korea. Revitalisasi Kali Besar ditargetkan selesai pada akhir 2017 lalu, tapi kemudian mundur dan targetnya sebelum Asian Games harus sudah jadi.

Di kanan kiri sungai dibuat trotoar yang cukup lapang dan memanjakan para pejalan kaki. Selain trotoar di atas, ada pula trotoar apung yang cantik dengan taman-taman di kedua sisinya. Ini sudah mirip sungai Cheonggyecheon di Korea. Selain pembangunan fisik, revitalisasi Kali Besar mencakup pembersihan air Kali Krukut yang melintasi wilayah itu. Sebuah sistem filterisasi air dibangun di kawasan Pasar Asemka yang berdekatan dengan kali tersebut. Airnya juga tampak bersih

Satu hal yang menarik, deretan bangunan tua khas kolonial Belanda di kanan kirinya tetap dipertahankan sekaligus dipercantik sehingga makin kental nuansa sejarahnya. Tampilan dari udara, aliran sungainya jadi tampak bersih dan indah. Trotoar yang luas pun bikin para pejalan kaki terakomodasi di tempat wisata ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendadak langsung membuka proyek revitalisasi Kali Besar di Kota Tua pagi ini, Jumat (6/7/2018). Padahal sebelumnya Sandiaga hanya diagendakan mengunjungi Kali Besar saja usai bersepeda. Sandiaga bersepeda bersama komunitasnya dari kediamannya menuju Kali Besar di Kota Tua. Usai bersepeda dan lari mengelilingi Kali Besar, Sandiaga tampak berdiskusi dengan beberapa SKPD dan pihak kontraktor. Sandiaga mempertanyakan kenapa Kali Besar tidak kunjung dibuka. Padahal, revitalisasinya sudah selesai sejak akhir tahun lalu. Proyek ini merupakan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dari PT Sampoerna Land. Anggarannya mencapai Rp 260 miliar. Rupanya, pembukaan proyek revitalisasi ini harus dengan tanda tangan beberapa SKPD terlebih dahulu. Sandiaga mengatakan ada hampir 10 SKPD yang terlibat dalam proyek ini. Namun satu SKPD belum menandatanganinya karena masih harus meninjau beberapa hal. "Biasa ya birokrasi," ujar Sandiaga.

Akhirnya Sandiaga meminta pimpinan SKPD yang belum tanda tangan untuk teken pagi itu juga. Dia yang akan menjamin proyek tersebut. Dia ingin hasil revitalisasi Kali Besar bisa segera dinikmati warga. Apalagi, perhelatan internasional Asian Games sudah berada di depan mata. Akhirnya tanpa persiapan apa-apa, tanpa tenda peresmian dan tamu undangan, Sandiaga membuka Kali Besar untuk umum. Pembukaan itu dilakukan secara simbolis oleh Sandiaga dengan cara membuka seng penutup Kali Besar. "Kami nyatakan pembukaan seng di proyek Kali Besar ini secara resmi dibuka," ujar Sandiaga.