Rachmat Gobel, Tokoh  

 

Nama Rachmat Gobel tak asing dalam dunia politik di Indonesia, meskipun dia memulai kariernya sebagai pengusaha. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, penerus tahta Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel, memang memiliki karier politik yang cukup moncer. Hingga akhirnya politisi Partai Nasdem ini ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Gobel dipastikan melenggang ke Senayan setelah memperoleh 146.067 suara dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

 Sebelum menjadi kader Partai Nasdem, Gobel lebih dulu menduduki jabatan Menteri Perdagangan kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai menteri dari kalangan non-parpol pada 27 Oktober 2014. Namun, jabatan itu hanya bertahan selama 10 bulan sebelum posisinya digantikan oleh Thomas Lembong.

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo 3 September 1962 dari pasangan Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dan satu-satunya putra lelaki. Ayah Rachmat Gobel adalah seorang pengusaha ternama dengan bendera perusahaan Gobel Group. Meski berasal dari keluarga berada, bukan berarti dengan mudah Rachmat mendapatkan segalanya. Rachmat Gobel tetap dididik agar menjadi anak mandiri dan pekerja keras. Sejak usia remaja, saat libur sekolah, tiap pagi Rachmat diajak orangtuanya ikut ke pabrik. Di sana, Rachmat ikut bekerja penuh seharian layaknya buruh-buruh lain. Di situlah Rachmat Gobel menemukan persoalan dan selalu mendiskusikannya dengan sang ayah.

Setelah lulus dari sekolah menengah di Jakarta, pada usia 19 tahun, Rachmat Gobel memutuskan belajar di Jepang untuk membesarkan perusahaan sang ayah yang memang bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Matsushita Group. Awalnya, Rachmat Gobel kesusahan kuliah di Jepang karena persoalan bahasa. Namun, berbekal tekad keras dan pada waktu bersamaan kampusnya memerlukan mahasiswa luar negeri, akhirnya Rachmat Gobel berhasil lolos. Selama satu setengah tahun pertama di Jepang, Rachmat Gobel mendalami bahasa dan kuliah reguler selama empat tahun. Pada usia 24 tahun, Rachmat Gobel mendapat gelar sarjana dari jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang. Setelah lulus, Rachmat bekerja sekaligus menerapkan ilmunya di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang.

Pada 1989 saat berusia 26 tahun, Rachmat Gobel diminta kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan kelompok usaha Gobel. Rachmat Gobel menjadi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel, sekarang bernama PT. Panasonic Manafacturing Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang industri manufaktur elektronik. Sejak itulah, Rachmat Gobel diuji membangun dan membesarkan perusahaan kelompok Gobel. Selama 25 tahun mengendalikan usaha Gobel Group, Rachmat terbilang sukses. Kerja keras dan profesional selalu ditunjukan, berbagai jabatan di luar bisnis disandangnya.

Lulusan Ilmu Perdagangan Internasional di Chuo University, Jepang itu tak langsung mendapat posisi puncak di perusahaan ayahnya itu. Ia ditempatkan sebagai tenaga pelatih di pabrik baterai milik perusahaan. Rachmat meniti kariernya hingga kahirnya menjadi Direktur Utama pada 1994. Selain berbisnis, Rachmat aktif di organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin. Ia dipercaya mengisi posisi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Koordinator bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan pada 2004-2008.

Namanya sempat muncul sebagai kandidat menteri pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahkan sempat dipanggil ke kediaman SBY di Cikeas. Meski tidak terpilih, hal itu tak membuat Rachmat kecil hati. Rachmat Gobel tetap menekuni usaha dan tidak mau bergabung dengan partai manapun. Sikap kerja yang profesional, ikhlas dan suka menolong, membuat namanya muncul kembali pasca Pilpres 2014. Rachmat Gobel dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja 2014-2019 dan menjadi menteri yang dipilih dari perwakilan profesional.

Sayang, jabatan tersebut hanya disandang oleh Rachmat Gobel selama setahun karena ada reshuffle kabinet. Posisinya diisi oleh Thomas Trikasih Lembong.

Di tahun 2019, Rachmat Gobel menjadi Wakil Ketua DPR mewakili Partai Nasdem.

Tercatat, Gobel baru bergabung dengan Partai Nasdem pada 2016 lalu. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menunjuk Gobel sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Meskipun terhitung belum terlalu lama menjadi kader, Partai Nasdem mengajukan Gobel sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, alasan partainya memilih Rachmat Gobel berdasarkan pada ketokohan yang dapat membantu tugas-tugas di DPR. Selain itu pemilihan Gobel bertujuan untuk "rebranding politik" sehingga partainya memilih kader-kader yang memadai, berkompetensi dan berintegritas.

Seperti diketahui, berdasarkan UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau MD3 pimpinan DPR terdiri dari lima yaitu satu orang ketua dan empat orang wakil ketua yang berasal dari partai politik dengan perolehan kursi terbanyak di DPR. Adapun lima partai politik yang memiliki kursi terbanyak adalah PDI-P, Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, dan PKB.

Profil Tokoh :

Nama Lengkap                  : Rachmat Gobel

Tempat, Tanggal Lahir       : Gorontalo, 3 September 1962

Pekerjaan               : Wakil Ketua DPR 2019-2024

Ayah                      : Thayeb Mohammad Gobel

Ibu                        : Annie Nento Gobel

Istri                       : Retno Damayanti

Anak                      : Mohammad Arif Gobel Nurfitria

Pendidikan

  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)
  • On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989)
  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987)

Karier:

  • 1995 – sekarang       : Komisaris Utama, PT Panasonic Healthcare Indonesia (d/h PT Matsushita                                               Kotobuki Electronic Industries Indonesia).
  • 2000 - sekarang       : Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing,
  • 1999 - 2000             : Wakil Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing.
  • 2002 - sekarang       : Wakil Komisaris Utama, PT Parker Metal Treatment Indonesia.
  • 2013 – sekarang      : Komisaris Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara,
  • 2006 – 2013            : Direktur Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara.
  • 2004 - 2014             : Komisaris, PT. Smart, Tbk.
  • 2008 - 2014             : Komisaris, PT. Indosat, Tbk. (Agustus 2008, ditunjuk Qatar Telecomm (Qtel)                                           sebagai mitra strategis, sekaligus mewakili kepentingan Qtel dalam jajaran                                             Komisaris PT. Indosat, Tbk.).
  • 2014-2015              : Menteri Perdagangan Republik Indonesia
  • 2014 – 2017            : Komisaris Utama, PT Visi Media Asia, Tbk.
  • 2018 – sekarang      : Komisaris, PT. Apple Indonesia.
  • 2019-2024              : Wakil Ketua DPR RI 2019-2024

 

Penghargaan

  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002) (2)
  • Anugerah Dharma Cipta Karsa sebagai tokoh promosi warisan budaya dan ekonomi kreatif, atas karsa atau tindakannya yang telah mendorong terbentuknya ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2014),
  • ANTARA Achievement Award sebagai tokoh penting atas terbinanya hubungan baik Republik Indonesia-Jepang. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2013),
  • Tokoh Standardisasi Indonesia atas prestasi dan kontribusi dalam pengembangan standar nasional di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional (BSN) (2013).
  • Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry atas prestasi dan kontribusi positif dalam memasyaratkan kegiatan hemat energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Majalah bisnis dan ekonomi WARTA EKONOMI, Jakarta (2012).
  • The Jewel of Muslim World Award atas kerja keras dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam. Majalah bisnis dan investasi OIC Today Magazine, Organisasi Kerjasama Islam/Organization of Islamic Cooperation, Kuala Lumpur 2012.
  • Anugerah Olah-raga Indonesia atas kepedulian terhadap pengembangan olah-raga nasional. Tabloid olah-raga BOLA, Kompas-Gramedia Group, Jakarta (2012).
  • Man of the Year- Seputar Indonesia Award atas prestasi dan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan 26th SEA Games/2011- Jakarta & Palembang. RCTI – Rajawali Citra Televisi Indonesia, Jakarta (2012).
  • Asian Productivity Organization Regional Award atas kontribusi dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor industri di Indonesia, serta peranan yang signifikan sebagai pemimpin sektor swasta dalam memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui produktivitas hijau dan mendorong terjalinnya kemitraan strategis di Asia – Pasific. Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Japan (2011).
  • ANTARA Award atas kontribusinya sebagai nara sumber yang mudah diakses untuk pemberitaan yang seimbang tentang kegiatan perekonomian nasional. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2010).
  • Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur atas konsistensi dalam mendarmabaktikan pikiran dan tenaga pada bidang teknologi manufaktur, yang berimplikasi pada peningkatan perekonomian, kesehjateraan, martabat dan kemandirian bangsa. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) (2009).
  • BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) - Competency Award atas peran yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (2009).
  • Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, atas peran aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan Koperasi dan UKM. Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI (1997)