PULAU PENJALIRAN

Pulau Penjaliran timur termasuk sebuah pulau cagar alam dengan luas 18,41 Ha dan memiliki 11 jenis pohon bakau yang digolongkan dalam 7 family. Pulau Penjaliran timur tidak memiliki fasilitas pelabuhan dermaga. Pulau ini menjadi tempat alami bagi satwa penyu sisik bertelur dan memiliki vegetasi cukup lebat, diantaranya pohon bakau, kelapa dan cemara laut.

 

Menariknya di Pulau Penjaliran barat terdapat dua ekor monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) bernama Opa dan Oma yang merupakan sitaan Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Mengingat usia kedua ekor monyet tersebut yang sudah cukup tua serta cacat, keduanya dipindahkan ke Pulau Penjaliran Barat sebagai “rumah jompo” mereka dengan pertimbangan kondisi lingkungan yang sesuai dengan primata karena banyak pohon buah-buahan serta minimnya penghuni di pulau tersebut. Saat ini terdapat 11 ekor monyet yang sengaja dilepas oleh Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur dan kedepannya akan turut dilepas siamang (Symphalangus Syndactylus) dan Owa (Hylobates Muelleri).