Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad Al-haddar, Tokoh

 

Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad Al-Haddar,  lahir di Ternate, Ternate, 20 Mei 1952  adalah seorang politikus dan pengusaha di Indonesia. Ia merupakan anak sulung dan Orang tuanya adalah guru dan pedangang antar pulau. Setelah tamat SMA di Ternate, Fadel hijrah ke Pulau Jawa. Ia melanjutkan pendidikan ke ITB Falkultas Teknik Industri, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB). Semasa kuliah, Fadel memiliki prestasi yang gemilang. Tahun 1975, ia mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa teladan. Bahkan ia mendapatkan tawaran beasiswa dari Caltex dan Grant dari Mitsubishi, ia juga pernah mendapatkan tawaran belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Dia menyelesaikan kuliah dari tahun 1972 hingga tahun 1978.

Setelah mendapatkan gelar insinyur pada usia 26 tahun, Fadel memilih menjadi pengusaha. Kariernya melesat jauh. Kariernya terbilang cemerlang. Ia menjabat sebagai Presiden Komisaris dari beberapa perusahaan berskala internasional, seperti PT Arco Chemical Indonesia, PT Dowell Anadrill schlumberger Indonesia, PT Gema Baker Nusantara, PT Gema Sembrown, dan PT Nesic Bukaka. Sukses di dunia bisnis, dia beralih ke dunia poliitik. Dalam dunia politik ini, ia terpilih menjadi gubernur Provinsi Gorontalo selama dua periode. Tahun 2001-2006 dan 2006-2009. Pada periode keduanya, Fadel memperoleh total 81 persen suara masyarakat Gorontalo. Angka ini merupakan persentase tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat dalam rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Salah satu tindakan bersejarah dari kerja Fadel adalah pembenahan bandara Limboto, Gorontalo, ketika mampu menampung 500 calon jamaah haji. Ia memaparkan bahwa calon jamaah haji tidak perlu lagi harus menempuh jalan darat ke Manado.

Ia pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II dari 22 Oktober 2009 hingga reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II pada 18 Oktober 2011 digantikan oleh Cicip Sutardjo sesama perwakilan dari Partai Golkar. Setelah itu, Fadel aktif kembali di DPP Pusat Golkar menjadi Wakil Ketua Umum. Pada pemilu 2014, dia ikut pemilu legislatif dan terpilih anggota DPR dari dapil Gorontalo. Pada munas Golkar Bali, dia kembali ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Golkar periode 2014-2016. Fadel Muhammad pun merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Gorontalo. Pada sidang pleno DPD RI di Kompleks Partelem, Senayan, Jakarta pada Rabu (01/10/2019) Fadel Muhammad dipilih menjadi pimpinan MPR RI dari unsur DPD RI. Fadel Muhammad, memilih maju sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Politisi senior Partai Golkar ini bertandang maju sebagai calon senator di DPD RI dengan membawa dukungan sekitar 5.746 KTP. Alasan maju lewat calon DPD RI, karena permintaan dari tokoh masyarakat, yang menginginkan agar hubungannya dengan rakyat Gorontalo tidak terhenti, padahal dirinya mengaku sudah cukup menjadi Gubernur Gorontalo, Menteri dan anggota DPR RI periode 2014-2019. Selain itu ia juga ingin melakukan penguatan pemerintah daerah, dan ingin daur ulang pemerintahan daerah yaitu bagaimana suatu daerah menjadi kuat dengan menjalankan pemerintahan berbasis pada  “ pemerintahan berjiwa kewirausahaan”

Selain menjadi politisi, keilmuan Fadel Muhammad dalam bidang kewirausahaan pun begitu diakui dengan diberikannya gelar Guru Besar bidang Public Sector Entrepreneurship dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Karir politik Fadel Muhammad begitu bersinar saat ia menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo, bersama Wakil Gubernur Dr. Ir. Hi Gusnar Ismail, MM sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009, selama 2 periode. Riwayat Hidup

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Dewan Pimpinan Daerah Ketua DPD I Golkar di Gorontalo,Wakil Ketua Umum DPP Golkar. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hj. Hana Hasanah binti Thahir Shahab.

Pendidikan

Fadel meraih gelar Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978, meraih Doktor di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan menjadi Profesor di Universitas Brawijaya, Malang. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB.

Karir

Fadel Muhammad adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Fadel pernah mengalami perkara kepailitan melawan Bank IFI, ING Barings South East Asia Limited di Singapura, serta Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ia dinyatakan berutang Rp. 40 miliar kepada Bank IFI, sebesar US$ 4,8 juta kepada ING Barings, dan sebesar Rp 93,2 miliar kepada BPPN. Dalam putusan Pengadilan Niaga Jakarta pada 13 Maret 2001, ia dinyatakan pailit, namun secara mengejutkan dibebaskan dalam tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung pada 18 Oktober 2004. Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional, Ketua Umum Pusat Yayasan Al-Khairaat, Ketua Umum Masyarakat Agribsinis dan Agroindustri Indonesia (MAI), serta Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar).

Menjadi Guru Besar

Fadel telah membangun jiwa entrepreneur-nya sejak masa kanak-kanak dengan membantu Umi berjualan roti, kemampuan entrepreneurial-nya mulai teruji ketika menjadi pengurus koperasi mahasiswa ITB dengan membuka keagenan sepeda motor. Fadel tidak hanya menjadi praktisi, tetapi juga pemikir kewirausahaan. Tulisannya tersebar di berbagai media. Disertasi doktornya pun tentang pemikiran kewirausahaan. Fadel memiliki ketekunan luar biasa dan pengalaman sangat luas dalam bidang kewirausahaan, mulai dari organisasi profesi, sebagai Ketua Komite Kadin Iran, Ketua Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi (ASPA), anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), anggota World CEO, dan anggota American Society of Mechanical Engineers.

Di bidang politik dan pemerintahan, Fadel saat ini adalah Wakil Ketua MPR RI (2019-2024), anggota DPR RI (2014-2019), Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009-2011), Gubernur Gorontalo (2001-2009), Wakil Ketua Umum Partai Golkar (2009-2011), dan Bendahara Partai Golkar (1999-2004). Fadel dipercaya untuk menduduki jabatan Guru Besar terhitung sejak 1 Juni 2018 melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang menetapkan sebagai Guru Besar Ilmu Kewirausahaan Sektor Publik. Fadel Muhammad konsisten dalam mewujudkan visi hidupnya. Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita, sebelas tahun yang lalu dalam sambutan peluncuran buku yang diangkat dari disertasi doktor dan pengalaman Fadel menjadi Gubernur, Reinventing Local Government: Pengalaman dari Daerah-mengatakan bahwa Fadel adalah sosok manusia paripurna dan tuntas dalam mengemban tugas.

Ketika mahasiswa, dia berhasil menjadi mahasiswa teladan tingkat nasional (1975). Lulus sebagai insinyur, ia menjalankan profesi keinsinyurannya dengan mendirikan PT Bukaka, dari bengkel kecil reparasi alat berat menjadi perusahaan engineering yang terpandang. Saat menjadi Gubernur, Fadel mampu membawa Gorontalo-yang sebelumnya merupakan halaman belakang Sulawesi-menjadi provinsi inovasi, dan meletakkan dasar pembangunan yang bertumpu pada ekonomi jagung. Fadel adalah satu-satunya yang mendapat Piagam Ketahanan Pangan Abadi.

Di bidang politik, Fadel berperan ketika Golkar menghadapi masa sulit pasca reformasi. Dia adalah sedikit tokoh Golkar yang dijuluki "Golkar Putih". Sebagai legislator, waktu menjadi pimpinan Komisi XI, melalui perannya sebagai policy entrepreneur berhasil mendorong Bank Indonesia (BI) untuk memberikan subsidi Kredit Usaha Rakat (KUR) dari bunga kredit 22% menjadi 12% dan sekarang bunga KUR tinggal 7,5%. Kesibukannya yang cukup tinggi tidak menyurutkan Fadel untuk membagi ilmu kewirausahaan.

Sejak tahun 1998, Fadel memberikan kuliah tamu di berbagai universitas, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti sampai tahun 2000. Kemudian, ia berlabuh di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya hingga sekarang dan menjadi guru besar satu-satunya di Indonesia dalam bidang kewirausahaan sektor publik.

 

Nama                     : Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar

Alias                       : Fadel

Agama                    : Islam

Tempat Lahir           : Ternate

Tanggal Lahir          : Selasa, 20 Mei 1952

Zodiak                    : Taurus

Warga Negara         : Indonesia

 

Jabatan Sekarang:

  • Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Periode 2019–24

 

Jabatan Sebelumnya:

  • Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke-4 (22 Oktober 2009 – 19 Oktober 2011)
  • Gubernur Gorontalo ke-1   : 12 September 2001 – 21 Oktober 2009

Pasangan      : Hj. Hana Hasanah Shahab

Anak            :

  • Fatimah Tania Nadira Alatas
  • Nayla Salsabila

 

Alma mater   :

  • Institut Teknologi Bandung
  • Universitas Gadjah Mada

 

 

Partai politik : Partai Golkar

 

Penghargaan

  • Penghargaan Pencapaian Menuju  Tertib Administrasi Keuangan (terbaik) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
  • Penghargaan MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur