Pohon Tanjung, Tumbuhan

Tanjung, yang memiliki nama ilmiah Mimusops elengi, Linn., dari famili Sapotaceae, adalah sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Myanmar. Di daerah penyebarannya, seperti dikutip dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama, seperti kaya (Burma), bakulapuspa (Nepal), enengi (Malaysia), sa koun, pji koun (Laos), affengesict (Jerman), karanicum (Prancis). Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini disebut bullet wood, indian medlar, spanish cherry.

Klasifikasi ilmiah :

Kingdom          : Plantae

(tanpa takson)  : Angiospermae

(tanpa takson)  : Eudikotil

(tanpa takson)  : Asteridae

Ordo                : Ericales

Famili               : Sapotaceae

Genus               : Mimusops

Spesies              : M. elengi

Pohon berukuran sedang, tumbuh hingga ketinggian 15 m. Daun-daun tunggal, tersebar, bertangkai panjang; daun yang termuda berambut coklat, yang segera gugur. Helaian daun bundar telur hingga melonjong, panjang 9–16 cm, seperti jangat, bertepi rata namun menggelombang.

Bunga berkelamin dua, sendiri atau berdua menggantung di ketiak daun, berbilangan-8, berbau enak semerbak. Kelopak dalam dua karangan, bertaju empat-empat; mahkota dengan tabung lebar dan pendek, dalam dua karangan, 8 dan 16, yang terakhir adalah alat tambahan serupa mahkota, putih kekuning-kuningan. Benang sari 8, berseling dengan staminodia yang ujungnya bergigi. Buah seperti buah buni, berbentuk gelendong, bulat telur panjang seperti peluru, 2–3 cm, akhirnya merah jingga, dengan kelopak yang tidak rontok. Biji kebanyakan 1, gepeng, keras mengilat, coklat kehitaman.

Air rebusan pepagan (kulit batangnya), seperti dikutip dari Wikipedia dan juga Dr A Seno Sastroamidjojo  dalam bukunya, Obat Asli Indonesia (1967), digunakan sebagai obat penguat dan obat demam. Rebusan pepagan beserta bunganya digunakan untuk mengatasi diare yang disertai demam.

Daun segar yang digerus halus digunakan sebagai tapal obat sakit kepala. Daun yang dirajang sebagaimana tembakau, dicampur sedikit serutan kayu secang dan dilinting dengan daun pisang, digunakan sebagai rokok untuk mengobati sariawan mulut.

Kulit akarnya mengandung banyak tanin dan sedikit alkaloid yang tidak beracun. Minyak yang diekstrak dari biji tumbuhan ini mengandung beberapa asam lemak. Akarnya yang dicampur dengan cuka dapat digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan. Sastroamidjojo menyebutkan akar yang dicampur dengan cuka itu juga berkhasiat untuk obat sariawan.