Pohon Bunga Bungur, Tumbuhan

Bungur (Lagerstroemia, /ˌleɪɡərˈstriːmiə/) adalah sejenis tumbuhan berwujud pohon atau perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Bunganya berwarna merah jambu, bila mekar bersama-sama akan tampak indah. Perbanyakan anakannya berasal dari biji yang keluar setelah proses pembungaan selesai. Bijinya berbentuk bulat berwarna coklat sebesar kelereng. Selain itu bisa juga diperbanyak dengan pencangkokan.

Ada dua jenis bungur yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: bungur biasa/besar/kebo (L. speciosa), pohon besar mencapai 8 m, dan bungur jepang (L. faurieri, L. indica, dan hibrida keduanya) yang lebih kecil, berbentuk perdu. Bungur besar dulu juga banyak ditanam di pekuburan. Kini selain ditanam sengaja di pinggir jalan raya dan halaman rumah, juga banyak tumbuh liar di tepian sungai.

Klasifikasi ilmiah:

Kingdom              : Plantae

Divisi                      : Magnoliophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Ordo                      : Myrtales

Famili                    : Lythraceae

Genus                   : Lagerstroemia, Linnaeus

 

Morfologi Tanaman Bungur atau Ketangi (Lagerstroemia speciosa)

Indonesia yang beriklim tropis mempunyai bermacam macam tumbuhan, yang mana sebagian tumbuhan bisa dipakai juga sebagai bahan obat tradisional (Hariana, 2004 ; Muhlisah, 2006). Satu diantara tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa obat yakni Bungur atau Ketangi (Lagerstroemia speciosa Pers.). Bungur аԁаƖаh type pohon Crepe Myrtle уаnɡ membuahkan bunga berwarna merah muda atau putih. Tanaman bungur tumbuh ԁі daerah Filipina, Thailand, Indonesia ԁаn Jepang. Tanaman itu relatif lebih gampang tumbuh di beberapa type tanah.

Bungur bisa diketemukan di rimba jati, baik di tanah gersang ataupun di tanah subur rimba heterogen berbatang tinggi. Terkadang, bungur ditanam juga sebagai pohon hias atau pohon pelindung di pinggir jalan. Di Jawa, bungur bisa tumbuh hingga ketinggian 800 m dpl. Diluar itu, bungur banyak diketemukan pada ketinggian dibawah 300 m. Pohon, tinggi 10-30 m. Batang bulat, percabangan dari mulai sisi pangkalnya, berwarna cokelat muda. Daun tunggal, bertangkai pendek. Helaian daun berupa oval, elips, atau memanjang, tidak tipis seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar4-12 cm, berwarna hijau tua. Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buahnya buah kotak, berupa bola hingga bulat memanjang, panjang 2-3, 5 cm, beruang 3-7, buah yang masih tetap muda berwarna hijau, sesudah masak jadi cokelat. Ukuran biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berupa pisau, berwarna cokelat kehitaman. . Bungur bisa diperbanyak dengan biji.

 

Metabolit Sekunder pada Tanaman Bungur (Lagerstroemia speciosa)

Senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan umumnya menyebar rata ke semua sisi tumbuhan namun dalam kandungan yang berlainan (Robinson, 1991 ; Markham, 1988). Daun bunga di ketahui memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, serta tannin. Biji memiliki kandungan senyawa plantisul sedang kulit batang bungur memiliki kandungan senyawa kelompok flavonoid. Senyawa metabolit sekunder pada daun tanaman bungur atau ketangi yaitu Plantisul, Saponin, Flavonoida serta Polifenol.

Plantisul adalah zat sejenis insulin nabati serta mempunyai kesibukan seperti insulin. Sedang saponin yaitu senyawa berupa glikosida yang menyebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi, tetapi dengan konsentrasi berlainan di bagian spesifik, bergantung dari varietas tanaman serta step perkembangan. Riset tunjukkan bahwa saponin bisa tingkatkan system imun, berbentuk antioksidan, bisa menghindar kanker, anti virus, bisa menghalangi perkembangan jamur, serta umumnya dipakai juga sebagai bahan antiseptik.

Setelah itu flavonoida, adalah satu grup senyawa fenol yang paling besar yang diketemukan di alam. Flavonoid yaitu senyawa metabolit sekunder yang ada pada tanaman berwarna hijau, terkecuali alga. Senyawa itu bisa diketemukan pada batang, daun, bunga, serta buah tanaman. Faedah flavonoid diantaranya membuat perlindungan susunan sel, tingkatkan efektifitas vitamin C, menghindar keropos tulang, juga sebagai zat anti inflamasi, antioksidan, antibiotik, serta juga sebagai pencegah kanker (zat antioksidan). Flavonoid sendiri disebutkan bisa menghindar terjadinya penyakit degeneratif (penyakit yang berlangsung bersamaan berjalannya sistem penuaan atau bertambahnya umur) lewat cara menghindar terjadinya sistem peroksidasi lemak lewat cara menangkap radikal bebas serta menghelat ion logam transisi.

Setelah itu yaitu polifenol, adalah grup zat kimia yang diketemukan pada tumbuhan. Manfaat intinya yaitu juga sebagai antioksidan alami. Menurut Suprastiwi, Endang, polifenol yaitu satu diantara komponen bioaktif yang dimaksud katekin. Katekin sendiri yaitu senyawa multifungsi yang berbentuk antiinflamasi (kurangi peradangan), anti-mutagenik, antioksidan, anti penggumpalan, anti virus, serta antibakteri. Polifenol bisa kurangi penimbunan Low Density Lipid (LDL) dalam darah, dan dapat menghindar oksidasi dalam pembuluh darah yang mengakibatkan pembekuan trombosit abnormal. Bahkan juga polifenol yaitu antioksidan yang kelompok bioflavonol yang mempunyai kemampuan tambah lebih efisien dari vitamin C serta vitamin E. Terkecuali juga sebagai tanaman peneduh yang baik, tanaman itu berguna untuk obat-obatan alami. Sisi tumbuhan itu yang kerap dipakai juga sebagai obat yakni biji, daun, serta kulit kayu. Biji bisa dipakai untuk menyembuhkan desakan darah tinggi serta kencing manis. Daunnya dipakai untuk menyembuhkan kencing batu, kencing manis, serta desakan darah tinggi, sedang sisi kulit kayu dipakai untuk menyembuhkan diare, disentri, serta kencing darah (Heyne, 1987 ; Dalimartha, 2003).

Daun Bungur juga kaya antioksidan yang mempunyai dampak pembersihan pada badan serta tingkatkan system kekebalan badan. Ekstrak daun bungur dipakai juga sebagai obat herbal untuk diabetes di bagian-bagian dunia. Ekstrak daun Bungur kaya asam corosolic yang disebut insulin tanaman yang sudah dapat dibuktikan mempunyai dampak therapy anti-diabetes. Manfaat asam corosolic yakni mempunyai kekuatan untuk mengatur tingkat insulin serta glukosa, penurunan tingkat gula darah, penurunan nafsu makan serta cravings karbohidrat. Pengujian pada hewan juga tunjukkan bahwa ekstrak Bungur bisa tingkatkan insulin, kurangi glukosa darah, serta tingkatkan hipoglikemia.