PIARA MAKHLUK HALUS

Masyarakat Betawi jaman dulu percaya bahwa ada orang-orang ‘pintar’ yang memelihara makhluk halus yang disebut siluman. Makhluk halus tersebut dipiara dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan rumah dan keluarga. Makhluk halus ini dapat berwujud seperti buaya, macan, atau binatang lain, namun juga dapat berwujud manusia. Pada waktu tertentu makhluk halus ini perlu diberi makan, biasanya pada malam Jum’at. Jika makhluk halus berwujud buaya, maka makanan yang perlu disediakan adalah sebutir telur ayam diletakkan di bawah pohon bambu atau pohon rengas. Jika berwujud macan, cukup disediakan sepotong paha ayam yang diletakkan di depan atau samping rumah. Sedangkan jika berwujud manusia, disediakan sekepal nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang, dan harus diletakkan di balai-balai di ruang depan rumah. Jika kewajiban memberi makan ini tidak dilakukan, dipercaya akan ada yang menderita sakit demam atau menderita penyakit lain.