Pesing, Kampung

Pesing merupakan salah satu tempat di wilayah Jakarta Barat. Sebagian dari kawasan Pesing berada di daerah Duri Kepa dan sebagian lagi berada di daerah Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Nama Pesing sendiri memiliki berbagai versi cerita. Menurut Ruchiat (2018), nama Pesing berasal dari bahasa Sunda yaitu peusing, yakni trenggiling (Manis Javanica). Hewan ini merupakan satu-satunya mamalia di Indonesia yang bersisik dan tidak bergigi. Sedangkan menurut Zaenuddin (2012), nama tersebut diberikan karena ada bau pesing di tempat ini. Cerita para sesepuh daerah Pesing mengutarakan bahwa kawasan tersebut dulunya tempat berkumpul para pedagang yang datang dari pelosok Batavia. Untuk membawa barang dagangan, mereka menggunakan seekor kuda untuk menarik gerobak. Jumlah gerobak berkuda cukup banyak, hingga puluhan, dan bertemu di tempat tersebut setiap pagi. Pada saat itu, kuda-kuda pengangkut dagangan tersebut sering buang air kecil (kencing) di jalanan sehingga menimbulkan aroma pesing yang sangat menyengat. Orang-orang yang melewati tempat tersebut akan menutup hidung dan kemudian menyebut tempat tersebut menjadi Pasar Pesing.

Daerah Pesing terdapat pasar tradisional dan sebuah stasiun kereta api Commuter Line jalur Jakarta-Tangerang. Di sekitar pasar tersebut banyak dihuni oleh orang-orang Betawi. Namun menurut Adolf Heuken (1997) dalam Ruchiat (2018), sampai akhir abad ke-19 penduduk kawasan tersebut merupakan penutur Bahasa Sunda. Sekitar tahun 1738 atau 1739, tanah Pesing tercatat sebagai milik Cristoffel Mol. Pemilik tanah tersebut dalam Regerings Alamanak pada 1881 adalah Lie Tjo Hong, yang kemudian disewakan kepada Tan Giok Lin. Pada awal abad ke-20, tanah Pesing dibeli kembali oleh Pemerintah Kolonial Hindia belanda. Tanah ini dijadikan bagian dari wilayah kecamatan Kebon Jeruk.