Pesan Propaganda Kami, Perempoean!

Pesan propaganda Kami, Perempoean! (satu babak) terlihat pada tokoh Aminah dan Sri yang bangga dan ikhlas melepas suami dan kekasih mereka masuk dalam PETA (Pembela Tanah Air). Semula, Mahmoed, suami Aminah, dan Soepono, kekasih Sri, tak berbuat apa-apa dalam masa peperangan. Lantas, setelah mau masuk PETA, Mahmoed dan Soepono bersumpah:

            Mahmoed: Akoe rela toeloes ichlas masoek Tentara Pembela Tanah Air, tidak aka nada roesoeh memikirkan anak isteri, karena isterikoe dapat medjaga dirinja, dia ichlas soeaminja berangkat, karena dia Srikandi.

            Soepono: Akoe rela meninggalkan isterikoe nanti, karena akoe jakin dia ichlas melepaskan akoe kemedan perang. Akoe dengan toeloes ichlas masoek Tentara Pembela Tanah Air.

Dikisahkan pula dua pemuda yang tidak bisa masuk PETA, tapi ingin membantu perang, yakni Arifin dan Soeharto. Lantas, Aminah menasehati:

            Aminah: Betoel itoe. Tapi boekan pengarang sadja, penjanji, ahli lagoe, peloekis, semoea ahli seni perloe dan bergoena, asal insaf, toeloes ichlas dn rela bekerdja oentoek oemoem. Misalkan saudara Arifin, meskipoen sakit-sakit, dapat djoega bergoena oentoek pendjagaan didjalan kita ini diwaktoe ada bahaja oedara.

Begitu simpel mereka langsung insaf dan ikut di dalam pergulatan perang. Tak ada pertentangan yang lama dan memakan waktu. Naskah ini sudah dimainkan di sejumlah daerah oleh berbagai rombongan sandiwara, dengan hasil memuaskan.