PESAN PROPAGANDA AWAS MATA-MATA MOESOEH! (SATU BABAK)

Awas Mata-mata Moesoeh! (satu babak) terdapat dalam buku Panggoeng Giat Gembira jilid dua. Lakon ini hendak menerangkan salah satu kebijakan pemerintah pendudukan Jepang, yakni waspada terhadap mata-mata musuh.

Kebijakan ini disimbolkan dengan pertengkaran dua orang desa, yakni Mpok Moot dan Mpok Botak. Mereka berebut daun pisang. Simbol lainnya, pertengkaran antara seorang penduduk kaya tapi egois, Pak Sama, dengan warga desa. Di dalam naskahnya, terdapat ciri-ciri mata-mata musuh, yaitu mementingkan diri sendiri, merusak dan menjerumuskan bangsa sendiri, suka mengintai, suka mencelakakan orang, selalu membuat kegaduhan, dan suka mengadu domba.

Untuk menghadapi mata-mata musuh pun dijelaskan. Di dalam naskah, disimbolkan dengan persatuan warga desa menghadapi ketamakan Pak Saman. Pesan propaganda semakin diberi penegasan, saat Pak Lurah memberi nasihat kepada warganya: “…Soepaja tidak ditoedoeh mendjadi  mata-mata moesoeh atau perkakas mata-mata moesoeh, kita haroes memenoehi kewadjiban perang kita…”