Pertandingan Sepakbola Pssi Tamtama Melawan Manchester United (1975), Peristiwa

Pertandingan antara PSSI Tamtama melawan klub sepakbola Inggris, Manchester United  berlangsung pada tanggal 1 Juni 1975 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dengan hasil imbang, 0-0. Pertandingan  ini adalah bagian dari turnamen segitiga yang diadakan oleh PSSI sebagai ajang persiapan timnas Indonesia sebelum menghadapi pertandingan penyisihan Pra Olimpiade 1976 melawan Korea Utara.

PSSI Tamtama saat itu dilatih oleh salah satu pelatih legendaris asal Belanda, Wiel Coerver yang dijuluki "Albert Einstein of Football" yang sebelumnya sukses mengantarkan klub PSV Eindhoven menjuarai piala UEFA serta juara Eredivisie Liga Belanda musim 1973-1974. Turnamen ini diikuti oleh tiga kesebelasan, yakni PSSI Tamtama (Indonesia), Ajax Amsterdam (Belanda) dan Manchester United (Inggris).

Sebelum pertandingan dimulai, Manchester United sudah mendapat kritik dan mengecewakan publik setelah diketahui hanya membawa total 12 orang pemain dalam kunjungannya ke Indonesia atau tidak sesuai dengan kontrak sebelumnya dengan PSSI. Bahkan manajer mereka, Tommy Docherty yang saat itu berusia 47 tahun harus berperan ganda sebagai manajer serta pemain cadangan yang turut tampil dalam pertandingan tersebut. 

Dalam pertandingan yang disaksikan lebih dari 70.000 penonton tersebut, PSSI Tamtama bermain dengan pola 4-3-3 dan mengandalkan serangan sayap dari Waskito dan Andi Lala dengan dibantu Junaidi Abdilah dan Anjas Asmara dari lapangan tengah. Pertandingan babak pertama berlangsung dengan tempo sangat cepat dimana PSSI Tamtama beberapa kali mendapatkan peluang namun gagal membobol gawang Manchester United yang dikawal oleh kiper Alex Stepney, satu-satunya sisa pemain Manchester United yang turut memenangkan Piala Champions Eropa 1968 dan masih membela klub bertajuk setan merah tersebut. Kapten Sammy Mcllroy lebih banyak mendampingi striker Stuart Pearson ketimbang membantu Garry Daly dan Tony Grimshaw di lapangan tengah. Sementara dua bek sentral Manchester United, Jim Holton dan Jim Nichol cenderung hanya menjaga daerah masing-masing. 

Hampir semua pemain Manchester United melakukan kontrol bola yang bagus dan memiliki umpan yang akurat sehingga serangan balik kerap terjadi sepanjang pertandingan ke wilayah Indonesia. Namun barisan pertahanan PSSI Tamtama yang dimotori Oyong Liza juga tampil kokoh, solid dan efektif. Bahkan bek PSSI Tamtama lainnya, Sutan Harhara dan Lim Ibrahim sesekali maju membantu serangan.

Sayangnya pada 20 menit terakhir pertandingan, permainan PSSI Tamtama mulai menurun dan banyak umpan-umpan yang tidak lagi akurat. Manchester United sendiri juga tampil di bawah form dan terkesan berusaha bermain aman asal tidak kebobolan gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 0-0.

Turnamen ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh Ajax Amsterdam setelah pada tanggal 3 Juni mereka mampu mengalahkan Manchester United dengan skor 3-2 dan pada tanggal 5 Juni mengalahkan Indonesia Tamtama dengan skor 4-1, dimana satu-satunya gol Indonesia Tamtama dicetak oleh Waskito.

 

Susunan Pemain PSSI Tamtama :

Ronny Pasla, Sutan Harhara, Suaeb Rizal, Oyong Liza, Lim Ibrahim, Junaidi Abdilah, Nobon, Anjas Asmara, Waskito, Risdianto, Andi Lala.

Susunan Pemain Manchester United :

Alex Stepney, Steve James, Jim Nicholl, Jim Holton, Arthur Albiston, Sammy Mcllroy, Gerry Daly, David McCreery, Peter Louchnane, Stuart Pearson, Tony Grimshaw dan Tommy Docherty.