PERINGATAN ISRA MI'RAJ

Isro Mi’raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah Al Mukaromah sampai ke Sidrotul Muntaha menghadap Allah untuk menerima tugas rukun Islam kedua, yaitu melaksanakan shalat. Perayaan Isro Mi’raj dilakukan pada 27 Rejeb (bulan Rajab), dan hanya dilakukan satu kali tidak seperti Maulid Nabi yang dapat dilakukan kapan saja. Waktu dulu, masyarakat Betawi memperingati Isro Mi’raj bukan dengan mendengarkan ceramah dari ustadz atau dai, melainkan dengan mendengarkan uraian dari seorang ustadz atau kyai yang membacakan kitab Dardir, kitab yang berbahasa Arab yang dibacakan atau dijelaskan oleh ustadz atau kyai. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyantap makanan yang sudah dibawa oleh para jamaah itu sendiri. Jika makanan tidak habis, makanan tersebut dapat dibawa pulang sebagai berekat (nasi kotak).