PASIR BERBISIK, PERFILMAN

Pasir Berbisik adalah judul Film Drama yang berdurasi 104 menit. Di produksi bersama oleh Salto Productions, Camilla Internusa Film, PT.Christine Hakim Film, NHK Production, tahun 2001. Rilis awal pada 13 November 2001

Film ini berkisah tentang, Daya seorang gadis muda yang tinggal bersama ibunya, Berlian, di sebuah perkampungan miskin dekat pantai. Sejak kecil, ayah Daya sudah meninggalkan ia dan ibunya. Hal itu yang membuat Berlian menjaga Daya dengan sangat protektif.

Daya yang terkungkung dalam lingkungan sosial akibat sikap protektif ibunya kerap menelungkupkan diri ke tanah berpasir dan beranggapan bahwa pasir tersebut berbisik kepadanya. Saat menelungkupkan diri ke pasir, Daya kerap membayangkan kehadiran ayahnya yang bisa membawanya kabur dari sang ibunya.

Suatu hari kampung mereka dilanda teror bahwa banyak orang meninggal dan rumah terbakar. Kemudian Daya dan ibunya pergi dan pindah bermukim ke Tanah Putih. Disana Daya berteman dengan gadis sebayanya bernama Sukma. Setelah bertemu dengan Sukma, Daya juga bertemu dengan buliknya. Bulik Daya memberikannya baju ronggeng. Hal itu membuat Daya menjadi tertarik dan mulai ikut menari dengan baju ronggeng. Namun,  Ibu Daya tidak menyukai anaknya menjadi seperti itu dan diam-diam membakar baju ronggeng milik Daya.

Mengetahui hal tersebut, daya semakin sebal terhadap ibunya. Pada suatu malam ayah Daya kembali pulang ke Tanah Putih, namun hal itu tidak ditanggapi baik oleh ibu Daya. Berbeda dengan Daya, ia justru cepat akrab dengan ayahnya karena pembawaan sang ayah yang menyenangkan. Tiba-tiba suatu hari Sukma, sahabat Daya, ambruk dan meninggal akibat kepalanya terantuk batu yang tajam. Tentu saja Daya sangat kehilangan, maka sang ayah membawanya pada Suwito. Tak disangka Daya mendapat pelecehan oleh Suwito hingga ia trauma dan jatuh sakit. Selama sakit,  ibu Daya merawatnya.

Ibu Daya meminumkan racun kepada ayah Daya ketika ia sedang tertidur dan akhirnya meninggal dunia. Setelah Daya sembuh, rumah mereka terbakar akibat teror yang selama ini terjadi di kampung mereka. Kemudian sang ibu pun menyuruh Daya untuk pergi dari kampung bersama dengan kakek Sukma.

Film ini berhasil meraih beberapa penghargaan dalam ajang Festival Film Asia Pacific 2001, Festival Film Asiatique Deauville 2002, Festival Film Antarbangsa Singapura ke-15, dan berhasil masuk nominasi di delapan kategori dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2004.

Produser Desiree Harahap
Sutradara Nan Achnas
Penulis Nan Achnas, Rayya Makarim
Pemeran Christine Hakim Berlian, Dian Sastrowardoyo (Daya), Slamet Rahardjo Djarot (Agus), Didi Petet (Suwito), Mang Udel (Kakek Sukma), Dik Doank (Pemberotak), Deasy Fitri (Sukma), Karlina Inawati (Delima), Dewi Sawitri (Bidan Suri)