PAROKI KAMPUNG SAWAH

Seorang guru, Natanael namanya, memisahkan diri dengan 47 keluarga dari jemaat yang diasuh Nederlandsche Zending Vereeniging (NZV; 1858). Badan pekabaran Injil ini bersifat swasta dan tidak bekerja atas nama atau Gereja tertentu. Natanael tersebut menghubungi pastor Katolik di Katedral (1896).

Dengan banyak ups and downs umat Katolik ini berkembang menjadi paroki Kampung Sawah dengan Gereja S. Servatius (1996) dan yang kini mencakup 2.500 orang beriman. Mereka sebagian besar orang Betawi, artinya penghuni asli Kampung Sawah. Sesudah Perang Dunia II perampok berhaluan kiri merusak banyak lembaga Kristen.