NYAMBUT HAJI

Nyambut haji dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Betawi jika ada tetangga atau kerabat yang baru pulang dari Ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah. Para tetangga dan kerabat datang ke rumahnya untuk menyambut. Tidak hanya itu, ada pula yang datang menjemput di pelabuhan (dahulu pergi haji masih menggunakan kapal laut) untuk membantu kepulangan dari pelabuhan ke rumah. Dalam perjalanan pulang, jamaah yang baru pulang dari tanah suci akan berhenti terlebih dahulu di sebuah masjid sebagai tanda syukur sudah kembali ke tanah air.

Setibanya di rumah, jamaah haji disambut oleh tetangga dan kerabat. Biasanya ia diminta menceritakan kisah perjalanannya di tanah suci. Para tamu yang datang disuguhi dengan air zam-zam dan beberapa buah tangan lainnya dari tanah suci. Buah tangan yang sering diberikan kepada bapak-bapak yang hadir berupa siwak untuk mengosok gigi, sedangkan ibu-ibu akan diberikan kacang arab dan pacar kuku (inai, pemerah kuku).