Nasi Minyak, Kuliner

Nasi Minyak adalah kuliner khas Sumatera bagian Selatan, khususnya Palembang  dan Jambi. Nasi minyak adalah nasi yang diolah menggunakan aneka bumbu rempah dan minyak samin. Warnanya kuning seperti nasi kuning biasa tetapi ketika masuk ke dalam mulut baru terasa perbedaannya. Penyebutan nasi minyak diambil dari minyak samin sebagai salah satu penguat rasa dalam kuliner ini. Jika disebut nasi minyak samin akan menjadi sangat panjang sehingga masyarakat Palembang menyingkatnya dengan nasi minyak. Di masa lalu, nasi minyak merupakan konsumsi mewah yang tidak tergolong ke dalam menu harian. Nasi Minyak hanya disajikan bagi keluarga Sultan, tamu-tamu kehormatan, dan saat Kesultanan Palembang menyelenggarakan acara-acara khusus. Penyajian nasi minyak di Kesultanan pun konon  hanya pada hari Jum’at, karena Sultan seringkali menyantapnya setelah melakukan ibadah sholat Jum’at. Nasi minyak di Palembang umumnya disantap bersama malbi, hidangan daging yang tampilannya mirip rendang Padang dengan rasa bumbu rempah yang tajam. Daging malbi dimasak manis dengan bumbu bawang merah, bawang putih, kecap, dan rempah-rempah. Nasi Minyak di Jambi agak berbeda dengan di Palembang. Dalam penyajian dihidangkan bersama kuah kari yang bisa berupa kari ayam kampung, daging sapi, atau daging kambing. Pelengkap lainnya adalah sambal nanas dan acar mentimun.

Nasi Minyak tergolong kuliner Indonesia yang merupakan percampuran antara budaya Melayu Sumatera khususnya Palembang, dengan kuliner Timur Tengah yang dibawa oleh para pendatang Arab. Kawasan Pasar Kuto, Palembang, dahulu adalah kawasan hunian dimana banyak orang-orang Arab tinggal. Bisa dibilang nasi minyak merupakan hasil adaptasi dari nasi kebuli untuk selera lidah orang Indonesia. Nasi minyak di Palembang pun terkadang dicampur dengan kismis, sama seperti nasi kebuli. Pembuatan nasi minyak di Palembang dan Jambi tidak menggunakan beras basmati seperti resep asli nasi kebuli, tetapi diganti dengan beras lokal yang lebih ekonomis. Namun ada juga yang membuat nasi minyak dengan menggunakan beras basmati sebagai bahan utamanya. Susu kambing atau susu sapi sebagai salah satu bahan penguat rasa terkadang juga diganti dengan santan kelapa yang lebih familiar di lidah orang Indonesia.

Nasi minyak sekarang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat di Jambi maupun Palembang. Kuliner ini disajikan dalam perhelatan pernikahan, aqiqah, sunatan, acara-acara di bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, ataupun untuk menjamu tamu-tamu serta hajatan lainnya. Di Jakarta, rumah makan yang menyajikan menu nasi minyak tidak banyak, bisa dihitung dengan jari. Begitu juga dengan rumah makan bermenu khas Sumatera Selatan, yang umumnya hanya menyediakan empek-empek, tekwan, pindang patin, nasi gemuk (sejenis nasi uduk), dan es kacang merah. Proses membuat nasi minyak sebenarnya juga tidak terlalu sulit dan bahannya pun banyak didapatkan. Mungkin nasi berbumbu memang terbatas segmennya, sebagaimana nasi kebuli yang hanya populer di kalangan masyarakat keturunan Arab.

Bahan:

  1. 1 kg beras (sebaiknya bukan beras pulen)

Bumbu:

  1. 600 ml air
  2. 100 ml susu cair
  3. 60 gram minyak samin
  4. 6 sendok makan minyak sayur
  5. 100 gram saus tomat
  6. ½ - 1 sendok teh bumbu kari bubuk
  7. 1 sendok makan garam
  8. 1 sendok teh gula
  9. 5 buah bawang merah, diiris
  10. 1 buah tomat, diiris kasar
  11. 3 batang daun bawang, diiris kasar
  12. Daun kari beberapa lembar

Bumbu halus:

  1. 5 buah bawang merah
  2. 5 siung bawang putih
  3. 1 ruas jahe

Bumbu yang ditumbuk kasar:

  1. 4 bunga lawang (pekak)
  2. 14 butir kapulaga putih
  3. 10 butir kapulaga hijau
  4. 1 biji pala
  5. 12 butir cengkeh
  6. 1 sendok makan adas manis
  7. 2 bunga pala kering

Cara membuat:

  1. Air dan bumbu yang telah dihaluskan dididihkan. Setelah mendidih, air disaring, kemudian sisihkan.
  2. Minyak sayur dan minyak samin dipanaskan di dalam kuali. Bumbu halus, bumbu kari, dan bawang merah iris dimasukkan dan dimasak hingga bawang kekuningan. Tomat dimasukkan dan diaduk.
  3. Saus tomat dan separuh air bumbu ditambahkan lalu diaduk. Hal ini dilakukan agar saus tomat tidak mengering dan lengket.
  4. Garam, kaldu bubuk, bumbu kari, dan gula dimasukkan, aduk hingga larut.
  5. Setelah mendidih, masukkan sisa air, susu, daun kari, dan daun bawang. Kemudian diaduk hingga mendidih dan tomat terlihat hancur.
  6. Beras yang telah dicuci dimasukkan dan diaduk hingga rata. Setelah itu tutup rapat sambil sesekali nasi diaduk hingga nasi matang.
  7. Untuk memasak nasi minyak, takaran air disesuaikan dengan jenis beras. Apabila beras tersebut pulen maka tidak memerlukan banyak air pada saat dimasak. Gunakan api kecil agar nasi benar-benar masak.