Museum Toeti Heraty (cemara 6 Galeri), Galeri Seni

Pada 16 April 2014, galeri seni milik budayawan Toeti Heraty diresmikan menjadi museum. Galeri seni yang dinamai Galeri Cemara 6 ini mengoleksi berbagai benda seni, seperti lukisan dari jaman old master hingga kontemporer, patung F. Widayanto, hingga memorabilia keluarga Toeti Heraty.  Lebih dari 300 lukisan, karya 60 perupa terkenal Indonesia yang menjadi koleksi Toeti Heraty di Cemara 6 Galeri-Museum.

Cemara 6 Galeri didirikan pada 27 November 1993, tepat pada hari jadi Toeti Heraty Rossenno ke-60 tahun. Momentum pendiriannya pada saat dirinya menampung koleksi pelukis Salim, yang terkatung-katung sesudah pameran di Taman Ismail Marzuki (TIM). saat itu tidak dapat dijual karena persyaratan pihak bea dan cukai tidak terpenuhi. Jadi, satu-satunya penyelesaian adalah dibeli secara keseluruhan untuk kepentingan umum.

Situasi itulah yang menggerakkan Toeti mengambil prakarsa untuk langsung mengoleksi 53 lukisan Salim, dengan sebelumnya sudah memiliki koleksi dari beberapa perupa lainnya. Karya Salim inilah yang memantapkan langkahnya untuk mendirikan sebuah galeri seni.

Banyak seniman hebat yang pernah datang berkunjung ke tempat tersebut antara lain, Asrul Sani, Rendra, Sudjojono, Affandi, Mochtar Lubis, PK Oyong, Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun), Wiratmo Sukito, dan lain sebagainya. Beberapa karya yang bisa dinikmati di bangunan yang berdiri di atas lahan 1500 m2 tersebut, antara lain lukisan karya Basoeki Abdullah, Salim, Zaini, Sudjojono, Otto Djaja, Agus Djaja, Basoeki Abdullah, Affandi, Nashar, Hendra Gunawan, Bagong Kusudiardjo, dan lain-lain.

Di bangunan ini banyak menyimpan sisi historis bagi perjalanan Ibu Kota Jakarta. Seperti ketika terjadi rapat reformasi, rapat menjelang demo Suara Ibu Peduli di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 1998, dan banyak agenda lainnya.

Selain menikmati sejumlah karya seniman Indonesia, baik dari old master hingga kontemporer, maupun menggelar pameran, atau membaca sebuah buku dari sekitar 6.000 buku koleksinya dari berbagai dunia dan bahasa, homestay yang ada di sana juga dapat di sewa, hanya dengan Rp300.000/hari.

Sejumlah pameran lukisan, maupun pertunjukan seperti tari, musik, sastra juga sesekali digelar di sini. Begawan filsafat itu mempersilakan siap saja untuk datang dan pergi mengunjungi ruang publiknya yang baru tersebut.  Dan cukup dengan merogoh Rp10.000, Toeti Heraty sudah menyediakan minuman dan snack layaknya tamu pribadinya.

Terletak di Jalan HOS Cokroaminoto No. 9-11, Bangunan yang terbagi dua namun menyambung itu, yakni di Jalan Hos Cokroaminoto No.09-11 seluas 850 m dan Jalan Cemara No.6 Jakarta Pusat seluas 650 m tersebut terdiri dari beberapa ruangan, antara lain ada yang berfungsi untuk ruang pameran, perpustakaan, auditorium, ruang rapat, café, lima unit kamar homestay, serta tempat tinggal Toeti Heraty.

Untuk berkunjung ke museum ini butuh biaya sebesar Rp 10 ribu untuk biaya masuk, minuman, dan snack.