Mundu

Garcinia dulcis (Roxb.) kurz dikenal sebagai bahasa daerah sebagai mundu. Pohonnya berbatang tegak, meneapai tinggi 20 cm. Daunnya berbentuk bulat memanjang mengkilat. Buahnya tersusun dalam untaian berwarna putih atau hijau kekuningkuningan. Buahnya bulat, bila sudah masak berwarna kuning, berair, rasanya manis-manis asam, berbiji 1-4. Berbunga pada bulan April September, buahnya masak pada bulan Juli Nopember. Mundu berasal dari Melanesia. Sekarang dapat dijumpai pula di India. Umumnya daerah yang paling baik untuk pertumbuhannya adalah dataran rendah
yang tidak lebih tinggi dari 500 m dpl. Tanah bagi pertumbuhannya tidak khusus persyaratannya, sehingga dapat hidup di
sembarang jenis tanah. Buah yang sudah masak dapat dimakan dalam keadaan segar, dapat dimasak dibuat selai. Bijinya dipakai obat. Kulit batangnya digunakan sebagai bahan pewarna sebagai baahn pewaran pada tikar.

Biasanya jenis ini diperbanyak dari bijinya. Dapat pula dilakukan dengan cara penempelan pada batang bawah pada marga yang sarna. Kadang-kadang diperbanyak dengan eangkok. Ada satu maeam mundu yang berbuah kecil. Rasanya asam dan berbiji sedikit yang disebut glodok panto. Karena mutu buahnya yang tidak terlalu tinggi, peremajaan jarang dilakukan. Akibatnya jenis ini sudah mulai jarang ditemui.