MUJIB BIN SA’ABAH

Mujib Bin Sa’Abah atau lebih dikenal dengan nama Guru Mujib adalah salah satu ulama besar Betawi dan pejuang kemerdekaan. Berdasarkan informasi dari KH. Syukur Ya’kub, Guru Mujib diperkirakan lahir sekitar tahun 1870 sezaman dengan Habib Ali Kwitang. Guru Mujib merupakan salah satu murid Guru Khalid Gondangdia. Berbeda dengan kebanyakan ulama besar Betawi lainnya yang memperdalam agama Islam ke Mekkah, Guru Mujib justru memilih India.

Guru Mujib dikenal karena kontribusinya dalam menulis kitab Maulid Rawi bahasa Indonesia serta beberapa kitab bidang fiqih dan akhlaq. Guru Mujib juga dikenal karena perjuangan dan aksi kepahlawanannya pada masa revolusi kemerdekaan. Konon pada saat berlangsungnya agresi militer Belanda II, Guru Mujib dengan berani menghalau peluru meriam yang ditembakkan oleh tentara Gurka dari kuburan Karet Bivak ke musholla dan rumahnya di kawasan Tenabang, tempat pejuang Indonesia saat itu berlindung hanya dengan sabetan sorban miliknya. Kisah heroik ini menjadi legenda dan masih terus diceritakan warga Tenabang hingga saat ini.

Guru Mujib wafat pada sekitar tahun 1950-an dan dimakamkan di sekitar pemakaman Karet Bivak, Jakarta. Keberadaan makamnya sendiri saat ini tidak bisa ditemukan karena telah ditimbun tanah untuk pembangunan apartemen yang berdiri di atas makamnya.