MUHAMMAD BAKIR

Seorang pelopor seni sastra Betawi. Nama lengkapnya Muhammad Bakir bin Sofyan bin Usman bin Fadli. Tidak ada sebuah pun dan karya tulisnya yang pernah diterbitkan. Ia hidup di Pecenongan dari menyewakan naskah-naskah yang disalin ataupun ia tulis sendiri. Karya yang ditu1is dalam huruf Arab bahasa Melayu disewakan dengan tarif 10 sen per hari per buku. Karya naskahnya yang berjudul Hikayat Maharaja Gerebeg Jagad selesai ditulis - sesuai dengan keterangan yang ada dalam naskah tersebut - pada 29 Rabiul akhir Hijratun Nabi Sallalahu alayhi wassalam sanat 1310 atau 19 November 1892.

Naskah itu mengangkat persoalan kebajikan dan kejahatan melalui tokoh Garubug. Banyak sekali pesan moral yang ingin disampaikan oleh Muhammad Bakir dalam naskah-naskah tersebut. Naskah karyanya yang lain diantaranya: Hikayat Lakon Jaka Sakura, Hikayat Asal Mulanya Wayang, Syair Cerita Wayang, Wayang Atjuna, Hikayat Purusara, Hikayat Seri Rama, serta Hikayat Syekh Abdulkadir Jaelani. Dari 30 karya Bakir, 4 diantaranya berbentuk syair selebihnya adalah hikayat. Ia dengan kemahirannya menulis, mengarang, menyalin dan mengolah cerita tampil sebagai sosok perintis penulisan sastra Betawi. Usahanya membuka sewa-menyewa naskah, secara langsung telah membangun tradisi membaca di kalangan masyarakat Betawi.