MPR-DPR RI, GEDUNG

Setelah Indonesia keluar dari keanggotaan PBB, Presiden Soekarno pada tahun 1965 bermaksud akan menyelenggarakan Conefo yang merupakan wadah dari negara Asia-Afrika, Amerika Latin, Negara-negara Sosialis, Negara Komunis dan semua negara Progreso sive Force di dalam negara kapitalis. Guna keperluan itu dibangun gedung untuk sidang Conefo. Pada awal bulan Maret 1965 dimulai pelaksanaan pembangunan di bawah komado "Proyek Ganefo". Pemancangan tiang pertama dilakukan pada tanggal 19 April 1965, akan tetapi pembangunan ini terhambat Pemberontakan G30S/PKI dan penyelenggaraan Conefo tidak dapat dilaksanakan. Selajutnya gedung tersebut diambil alih Pemerintah Orde Baru untuk kemudian menjadi Gedung MPR-DPR RI. Pada tahun 1968, Gedung Conefo resmi menjadi gedungMPR-DPRRI di bangun dengan biaya APBN. Gedung ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 60 ha dan terletak di Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Selatan. Gedung tempat para wakil rakyat dan berbagai daerah di Indonesia bersidang dan memutuskan kepentingan penting menyangkut bangsa dan negara. Di komplek ini terdapat Museum MPR-DPR, yang mengkoleksi dokumen-dokumen yang telah dihasilkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Permusyawaratan rakyat (DPR).