MOORYATI SOEDIBJO

Pengusaha jamu dan pendiri Mustika Ratu. Lahir di Surakarta, 5 Januari 1928. Putri pasangan KRMT Poornomo Hadiningrat dan GRA Koos Salbijah. Pendidikan terakhirnya Universitas Saraswati Surakarta, Jurusan Bahasa Inggris. Menikah dengan Ir. Soedibjo pada 1956 dan pindah ke Medan. Perkenalannya dengan dunia bisnis bermula saat masih sebagai Ketua Organisasi Perindustrian Sumatera Utara. Kegiatan itu kemudian berlanjut dengan berbisnis kosmetika dan jamu tradisional dengan resep-resep yang pernah dikuasainya: membuat jamu untuk keperluan calon pengantin, lulur, gadis haid pertama, perawatan sebelum dan sesudah melahirkan, dsb. Ketika suami pindah tugas ke Jakarta, dia meneruskan kegiatan tersebut.

Bermula dari industri rumah tangga dengan modal awal sebesar Rp 25.000,00 pada 1973. Dia dibantu 2 orang. Ramuan beras kencur, bedak dingin, dan lulur kemudian memiliki langganan tetap. Dua tahun kemudian, jamu yang diproduksi menjadi 6 macam, perawatan wanita paripurna, perawatan remaja putri, sedet salira (melangsingkan tubuh), sepetan sari, kasepuhan menopause, beras kencur dan beberapa macam kosmetika, seperti lulur, mangir, bedak dingin, dan air mawar. Pada tahun yang sama, mulai memberikan pembinaan dan keterampilan kepada salon-salon kecantikan agar mengenal jamu dan cara merawat kecantikan secara ·tradisionaI. Terbukti, falsafah minum jamu untuk perawatan dari dalam dan merawat kecantikan dengan kosmetika alami menjadi sangat populer.

Pada 1976 jenis produksi bertambah dengan ramuan perawatan rambut, shampoo merang dan urang-aring dan usahanya masih tetap di garasi rumahnya di Jalan Sawo. Setahun kemudian ia mendirikan Pusat Perawatan dan Pendidikan Kecantikan Tradisional Mustika Ratu. Di Malaysia dia menemukan obat khusus untuk orang yang hendak menikah. Semacamjamu yang dibuat dari bunga mawar yang dikukus dan dicampur madu. Ia pun mengambil kesimpulan bunga ternyata berkhasiat ganda, untuk produk yang diminum dan kosmetika. Ia pun menyuling bunga mawar, gambir, arum dalu, dan setaman, karena khasiatnya menyegarkan wajah, agar kulit awet muda. Saking seringnya melakukan penelitian, kadang kala ia heran bercampur haru. Sebab banyak Ibu di daerah yang begitu percaya menberi resep-resep kuno padanya. Berarti mereka menyimpan harapan agar warisan leluhur tersebut dilestarikan dan dikembangkan lewat Mustika Ratu.

Belum puas dengan apa yang telah dicapai, masih pada 1978 dia berangkat ke Paris, pusat mode dan kecantikan duma. Wanita yang haus ilmu kecantikan ini tinggal beberapa bulan di sana untuk mendalami keterampilan di AcademyEstitique & Cosmetologi. Dia juga tak pernah absen menghadiri kongres dan seminar Cidesco (Comitte de Beautique et de Cosmetologt), persatuan para organisasi ahli kecantikan. Tak mengherankan, pada tahun 1982, dia diakui sebagai pemenang diploma Cidesco, yang di Indonesia baru dimiliki tujuh orang ahli kecantikan. Dalam wadah intemasional itu, Mooryati tak banyak menyia-nyiakan peluang emas yang ada, ia mempromosikan budaya perawatan kecantikan tradisional Indonesia lewat forum seminar, visualisasi film dan ceramah. Di Brighton Inggris, 1978, ceramahnya, Beauty Treatment for A Young Lady Prior to The wedding Day, meraih sukses. Disusul kemudian di Singapura 1981 dan Vancouver, Kanada, 1982.