MOOJEN, RENCANA

Rancangan untuk pengembangan daerah Menteng, di antaranya rencana Gondangdia yang diresmikan tahun 1912 berpusat pada suatu lapangan bundar yang luas. Lapangan ini menurut rencana akan dikelilingi gedung-gedung umum besar, antara lain Perguruan Tinggi Hukum hendak dibangun di lapangan ini, namun akhirnya dibangun di samping Museum Pusat, dan kini menjadi Markas Dephankam. Suatu boulevard atau jalan lebar memotong lapangan bundar ini dan seluruh kawasan Menteng. Jalan lebar ini hendak menghubungkan Menteng dengan Tanah Abang (di barat) dan Meester Cornelis (di Timur).

Lapangan luas tersebut dirancang pada tempat yang sekarang ditandai perempatan Jl. Cokroaminoto (dulu n. Jawa) dengan n. S. Syahrir (dulu n. Gresik) - n. Moh. Yamin (dulu JI. Madura). Kedua jalan tersebut merealisasikan bulevar rancangan Moojen. Suatu jalan lebar setengah lingkar dengan JI. Teuku Umar sebagai bagian lurus di sebelah timurnya dan JI. H. Agus Salim secara sejajar di bagian barat melingkar kurang lebih 300 m dari lapangan bundar tersebut. Kedua jalan atau poras utara selatan tsb., mendapat 'hiasan' sejajar berupa bundaran di tengahnya. Bundaran di Jl. Teuku Umar dihiasi air mancur, sedangkan di n. H. Agus Salim dihias bunga. Di bagian dalam jalan-jalan menuju ke lapangan besar sebagai titik temunya, sedangkan di luarnya jalan-jalan mengikuti lengkung jalan setengah lingkaran tsb. Rencana Moojen dengan pola radialnya menyebabkan banyak pertemuan jalan dengan sudut tajam, misalnya di simpang jalan-jalan Cokroaminoto-Sam Ratulangi Gereja Teresia-Y. Adiwinata. Hal sarna terdapat pada perempatan JI. Sumatra-JI. Gereja Teresia-n. H. Agus Salim. Pola jalan Moojen juga memakai potongan diagonal yang agak rurnit dan terkadang menciptakan surprise, karena tidak mudah menduga ujung-pangkalnya. Batas Nieuw-Gondangdia atau Menteng ditentukan oleh reI kereta api Gambir-Manggarai (timur), n. H. Agus Salim (barat) dan oleh Kali Banjir (selatan, yang digali antara tahun 1913-1919) serta Jl. Wahid Hasyim-Johar (utara) sebagai terusan JI. Cut Meutia.