Mohammad Tabrani

Salah satu tokoh jurnalistik dan pergerakan nasional Indonesia. Lahir di Pamekasan, Madura 10 Oktober 1904 dan meninggal tahun 1984. Sejak masih muda ia telah berkecimpung dalam dunia pers. Ia pernah menuntut ilmu di Universitas Berlin dan Universitas Koln, Jerman dimana ia mendalami ilmu jurnalistik dan persuratkabaran. Ia juga mengikuti pendidikan stenografi bahasa Jerman yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1929 di Den Haag, Belanda.

Pada tahun 1925 ia menjadi anggota redaksi dan menjadi ketua redaksi harian Hindia Baroe Jakarta. Antara tahun 1926-1930 ia membina sejumlah surat kabar dan majalah di Eropa. Di Jakarta, ia memimpin majalah mingguan Revue Politik pada tahun 1930-1932, pemimpin Sekolah Kita di Pamekasan pada tahun 1932-1936, direktur dan kepala redaksi harian Pemandangan dan mingguan Pembangoenan Jakarta. Pada tahun 1940 ia bekerja di Dinas Penerangan Pemerintah pada bagian jurnalistik Jakarta kemudian pindah ke bagian kartotek dan dokumentasi. Pada tahun 1942 ia menjadi anggota pusat redaksi harian Tjahaja.

Ia juga menjadi pencetus diadakannya Kongres Pemuda Indonesia pertama tahun 1926. Pada tahun 1935 ia menjabat Ketua Partai Rakjat Indonesia (PRI) Jakarta. Kemudian ia juga memperjuangkan Petisi Sutardjo melalui harian Pemandangan. Petisi tersebut berisi tuntutan kepada pemerintah Hindia Belanda agar Indonesia
diberi kesempatan membentuk parlemen sendiri. Melalui harian yang sama ia juga mendukung gagasan konsentrasi nasional.