MOHAMAD ABDUH AZIZ, TOKOH

Mohamad Abduh Aziz saat ini tercatat sebagai satu-satunya putra Betawi yang menjadi Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN). Sebuah jabatan tinggi yang mungkin banyak diperebutkan orang khususnya mereka yang berkecimpung di kalangan perfilman. Bagi Abduh, demikian beliau dipanggil, duduk sebagai Direktur Utama PFN jelas sebuah tantangan bagi anak Betawi. Karena selain ingin membuktikan bahwa anak Betawi juga memiliki kemampuan menjadi pimpinan di instansi pemerintah seperti BUMN dengan manajerial modern juga sekaligus ingin terjun mengisi berbagai hal di dunia film. Sebagai anak pedagang di pasar minggu Abduh merasa bahwa putra Betawi memiliki mental yang berbeda dengan anak-anak lain di Indonesia.

Ketertarikan Mohamad Abduh yang lahir di Jakarta, 10 Oktober 1967 ke dunia film memang sejak kecil. Tinggal di Pasar Minggu dimana terdapat 3 bioskop,  Mohamad Abduh memang sering keluar masuk bioskop hanya untuk menonton berbagai film yang diputar. Anak Ke-6 dari pasangan Abdul Aziz dan Siti Zubaidah ini makin mendalami ketertarikannya di dunia film ketika mendapat tawaran menjadi periset pembuatan buku film saat masih menjadi Mahasiswa. Kuliah di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UI dan lulus pada tahun 1992, Mohamad Abduh menulis Skripsi Film dengan Judul “Cerita di Balik Layar Perak: Industri Film Hindia Belanda tahun 1926-1945. Lewat skripsi ini Mohamad Abduh meletakkan dasar bahwa Film adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari dirinya walau bukan sebagai bintang Film seperti Benyamin S. 

Selepas Kuliah Mohamad Abduh pun kemudian dipercaya seorang dosen yang melihat jiwa entrepreneurnya untuk memimpin sebuah Rumah Produksi yakni “Gemilang Enam Mitra (GEM)”. Mohamad Abduh  langsung ditunjuk sebagai Direktur. Pada masa itu tidak banyak anak-anak muda yang memiliki kemampuan sinematografi. Dalam dua tahun, Mohamad Abduh  membuat karya-karya dokumenter awal dan iklan-iklan biasa. Setelah itu Mohamad Abduh dipercaya untuk menjadi produser pelaksana film serial televisi “Ali Topan Anak Jalanan” yang dibintangi Arie Sihasale. Serial TV yang diambil dari novel terkenal karya Teguh Esha.   

Kiprahnya makin menanjak saat berjumpa dengan sineas terkenal, Garin Nugroho. Mohamad Abduh bertindak selaku Manajer Produksi di Film “ Daun di Atas Bantal” yang disutradarai Garin Nugroho. Langkahnya di dunia film makin berkibar. Sebagai produser , sutradara dan penulis naskah di beberapa film cerita dan dokumenter, ia lakoni. Seperti Producer/Writer dalam “The Rainmaker”( Impian Kemarau, 2004), Production Supervisor dalam omnibus dokumenter, “Pertaruhan” (At Stake, 2008) dan “Working Girls”2009, Producer & Director, “Tjidurian 19,” 2009. Producer & Director, “Atas Nama…” 2010 dan Producer, “K vs K (Kita Versus Korupsi), 2011 dan “Sebelum Pagi Terulang Kembali,” 2014.

Mohamad Abduh  juga banyak memfasilitasi lokakarya pembuatan film dokumenter, terutama untuk kalangan pelajar, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, televisi, dan masyarakat umum. Sempat menjabat Direktur Program, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) masa bakti 2006-2009 dan Sekretaris Dewan Kesenian Jakarta (2009-2012). Terakhir tercatat sebagai Ketua Pelaksana Festival Film Indonesia 2011,  Ketua Pengurus Koalisi Seni Indonesia (2012-2015 dan 2015-2017) dan sejak Juli 2016 menjadi Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) jabatan yang pertama diduduki Putra Betawi. Salah satu tugas beratnya adalah menjadikan PFN menjadi lembaga film yang dapat bersaing dengan lembaga film swasta lainnya. 

Setelah 26 tahun vakum akhirnya PFN dibawah kepemimpinan Putra Betawi, Mohamad Abduh pun bangkit  ditandai dengan dibuatnya sebuah film berjudul 'Kuambil Lagi Hatiku'. Film bertema romansa cinta dan kebudayaan tersebut akan menjadi langkah baru bagi PFN di industri perfilman tanah air. PFN kali ini bekerja sama dengan Wahana Kreator Nusantara dan para pelaku film lainnya. Film 'Kuambil Lagi Hatiku' menggandeng Salman Aristo sebagai produser, dan Azhar 'Kinoi' Lubis selaku sutradara. Film juga mendapat dukungan dari BUMN lain, yakni Pertamina, Pelindo, PGN, Patra Jasa, dan beberapa institusi lain.  Ide Film ini dikembangkan bersama Wahana Kreator Nusantara dan Taman Wisata Candi.

 

Pengalaman Kerja :
Programme Manager at SET Foundation & KTVPI (Komunitas TV Publik Indonesia. 2000-2003
Executive Director at Cangkir Kopi Mediavisual, 2003-now.
Lecturer at Jakarta Institute of Arts (IKJ). 2004 – 2009.
Member of Board “Kampung Halaman (NGO for participatory  video)
Programme Director of The Jakarta Arts Council (DKJ). 2006-2009.
General Secretary of The Jakarta Arts Council (DKJ). 2009-2012.
Chairman, Indonesian Film Festival (Festival Film Indonesia), 2011.
 

Filmography:

Feature Films

Production Manager in “Daun Di Atas Bantal/Leaf on a Pillow,” directed by Garin Nugroho. 1997.
Co Producer, “Viva Indonesia”, directed by. Ravi L. Bharwani, Aryo Danusiri, Lianto Luseno and Nana Mulyana, for Yayasan SET, 2001
Executive Producer, “Aku Ingin Menciummu Sekali Saja,”  directed by Garin Nugroho, for Yayasan SET, 2003.
Co Producer/Writer in, “The Rainmaker”( Impian Kemarau) directed by Ravi L. Bharmawi, 2004. The Best Film (Asian New Talent Award) Shanghai International Film Festival 2005.
Production Supervisor in, “Pertaruhan (At Stake), documentary, directed by Ani Ema Susanti, Lucky Kuswandi, Iwan Setiawan, Mohammad Ichsan, Ucu Agustin. Producer: Nia Dinata, Co Producer: Vivian Idris. Kalyanashira Film & Kalyanashira Foundation, 2008.
Production Supervisor in, “Working Girls”, documentary, directed by Yosef Anggie, Samaria Simanjuntak, Nazira & Daud Sumolang,  Producer: Nia Dinata, Co Producer: Vivian Idris. Kalyanashira Film & Kalyanashira Foundation, 2009.
Producer, “K vs K (Kita Versus Korupsi), directed by Emil Heradi, Lasja Soesatjo, Ine Febriyanti and Chairun Nissa. Produced by: Transparancy International Indonesia & KPK.
 

Documentary

Producer/Writer in, ”Save Motherhood” (video documentary about health reproduction in South Kalimantan) for MotherCare and UNICEF, 1998.
Producer/Writer in, “Environment Documentary,” 5 series (Air Pollution, Forest Fire, Coral Reef, Water Pollution and Urban Poor Settlement) for UNFPA. 1999.
Producer/Writer in, “Coral Reef Documentary,” directed by Asep Kusdinar, Lombok Episode for Coremap LIPI and Johns Hopkins University CCP Jakarta. 2001
Producer in,”Gerabah Plastik,” Directed by Toni Trimarsanto, Cangkir Kopi 2002.
Producer, “Dreamland (Perjuangan Rakyat Porsea Melawan PT IIU),”, Directed by Toni Trimarsanto, for WALHI & Cangkir Kopi. 2003.
Producer, “Abrakadabra: Wajah Aceh di Masa Damai,”. Directed by Aryo Danusiri, for Yayasan Tifa. 2003.
Producer, “Lautku… Hidupku 1 (MCS Selayar-Sulsel),” Directed by Lianto Luseno, for COREMAP-LIPI. 2003.
Producer, “Lautku… Hidupku 2 (MCS Biak-Papua),” Directed by Lianto Luseno, for COREMAP-LIPI. 2003.
Producer, “Kisah Perjuangan Suku Talang Mamak - Riau,”. Directed by Aryo Danusiri, for INFORM-World Bank. 2003.
Producer, “Luka Hutan Siberut,”. Directed by Lianto Luseno, for INFORM-World Bank. 2004.
Producer, “Hutan Terakhir (Berau- Kaltim),”. Directed by Tony Trimarsanto, for INFORM-World Bank. 2004.
Producer, “Air Mata Ibu”. Documentary about health reproduction in Nusa Tenggara Timur, Directed by Tony Trimarsanto, for YLKI, 2004.

Executive Producer, “Sing Penting Nyoblos,” Directed by Masrur Jamal,  Election Documentary Series - Docogrant Project (Internews, In-Docs and PJTVUI). 2004.
Executive Producer, “Saat Menyebar Mimpi,” Directed by Syaiful Halim, Election Documentary Series - Docogrant Project (Internews, In-Docs and PJTVUI). 2004.
Executive Producer, “Politik Sang Tengku,” Directed by Raihan Lubis, Election Documentary Series - Docogrant Project (Internews, In-Docs and PJTVUI). 2004.
Executive Producer, “Politik Acan-Obet,” Directed by Tantyo Bangun, Election Documentary Series - Docogrant Project (Internews, In-Docs and PJTVUI). 2004.
Executive Producer, Kampanye Bulan Pengaduan Listrik 2004, directed by Hendrata Yudha, YLKI, 2004
Executive Producer “Wajah Perlistrikan Nasional,” directed by Hendrata Yudha, YLKI., 2004.
Executive Producer, Program Beasiswa Film Dokumenter "Kickstart UI-IKJ, untuk Mahasiswa Universitas Indonesia dan Institut Kesenian Jakarta, Juni-September 2004. Executive Producer untuk 5 dokumenter dalam seri Rising Star.

Producer, Documentary series “Mencari Indonesia”, Eagle Award Documentary Competition, Metro TV-InDocs, 2005.
Producer/Director, “Arts Education in Indonesia,” Ford Foundation-Jakarta, 2006.
Producer, Documentary series “Selamatkan Indonesiaku”, Eagle Award Documentary Competition, Metro TV-InDocs, 2006.
Producer/Director, “Membangun Harapan Bersama,” ACCES Australia & REMDEC, 2007.
Director, “Telepon Sahabat Anak (TESA),” Plan Aceh International & Kawanusa, 2007.
Producer, Documentary series “Hitam Putih Indonesiaku”, Eagle Award Documentary Competition, Metro TV-InDocs, 2007.
Producer/Writer, “Program Keluarga Harapan,” Bappenas-World Bank, 2008.
Producer & Director, “Tjidurian 19,” Yayasan Kemanusiaan, 2009.
Producer & Director, “Atas Nama…”, Komnas Perempuan, 2010.
 

TV Series/Program

Production Designer & Production Manager  in “Angin Rumput Savana/Savana Song,” directed by Garin Nugroho. 1996.
Producer in “Sepanjang Jalan Kenangan,” directed by Hani R. Saputra. 1997.
Producer in, “Ali Topan Anak Jalanan” directed by Harry Dagoe. TV series for SCTV. 1998.
Creative in, Reality Show “The Next Great Champ”, 36 Epsiodes, Media Cross Services & ANTV. 2005
 

Video Corporate

Producer/Writer in,”Citibank Profile”, directed by Hanny R Saputra,  company profile video for Citibank Jakarta. 1999.
Producer in, “Jakarta Service City,” directed by Wisnu Adhi. for Pemda DKI Jakarta. 2003.
Producer in, “Forum Nusantara Damai,” directed by Sugeng, for FND, 2004.
Producer in, “Angkasa Pura II Menyongsong Masa Depan,” for PT. Angkasa Pura II, 2004.
 

Video News Release

Producer/Creative Design in, “Hutanku Hilang Dalam 1 Menit,” INFORM-World Bank, 2003.
Producer/Creative Design in, “Hutanku Hilang Bencana Datang,” INFORM-World Bank, 2003.